November 15, 2019

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

3 Rumah Sakit Siap Layani Pasien ODHA

Print pagePDF pageEmail page

aids-hiv-2P2P – Dalam mendongkrak capaian MDGs Goal ke 6, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan 3 Rumah Sakit Pemerintah untuk melayani Pasien ODHA, yaitu RSUD Waled, Arjawinangun dan RSP Sidawangi. Tentunya hal ini disambut gembira oleh para ODHA yang memerlukan layanan yang lebih komprehensif serta semakin dekat dengan tempat tinggalnya. Adapun layanan yang dipersiapkan adalah untuk Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) atau dalam istilah medisnya Care Support and Treatment (CST).

Lokasi ketiga rumah sakit ini tentunya sangat strategis, dimana RSUD Waled akan melayani pasien dibagian timur cirebon, RSUD Arjawinangun akan melayani wilayah barat cirebon dan RSP Sidawangi akan melayani pasien yang berlokasi di bagian tengah cirebon.

Perlu diketahui bahwa kasus HIV-AIDS di Kabupaten Cirebon sampai dengan  Mei 2013 secara kumulatif sudah mencapai 672 artinya dalam kurun waktu lima bulan sudah ada penemuan sebanyak 35 kasus jika dibandingkan kondisi akhir tahun 2012 (637 kasus). Ini adalah kasus yang baru diketemukan!. Artinya masih banyak kasus yang belum diketemukan karena kasus HIV merupakan fenomena gunung es.

Dinas Kesehatan bejerjasama dengan KPA dan LSM PKBI, LSM Warga Siaga dan Komunal secara terus menerus melakukan penyuluhan dan mobile VCT di tempat-tempat yang berisiko tinggi, di populasi kunci serta di masyarakat umum.

Ada hal yang cukup menarik tentunya, saat ini HIV-AIDS tidak hanya di populasi kunci tetapi sudah mulai merambah ke ibu rumah tangga; artinya populasi kunci ini bertambah secara nyata dan tidak akan bisa dihindari sepanjang pola hidup seks bebas yang tidak aman tidak diubah sejak sekarang. Dan tentunya kasus HIV akan cepat merebak di masyarakat umum.


Pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA)

Print pagePDF pageEmail page

Slide1Kamis (26/4) Penanggungjawab MONEV HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan KPA melakukan pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) di Aula 2 yang diikuti oleh Petugas Admin SIHA Puskesmas Kedawung, Plumbon, Suranenggala dan RSUD Waled masing-masing 2 orang yaitu yang bertanggungjawab terhadap laporan VCT, IMS, LJSS dan CST.

Acara mulaidilaksanakan pada pukul 10.00 WIB yang secara langsung dipandu oleh penanggungjawab MONEV Nanang Ruhyana yang didampingi oleh KPA Aip Syarifudin. SIHA merupakan sistem pencatatan dan pelaporan dari kegiatan HIV AIDS yang meliputi VCT, IMS, LJSS, CST dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan pelatihan, semua layanan membawa bahan-bahan laporan yang akan dientry sehingga pada akhir latihan semua laporan telah selesai dan bisa langsung di upload.

Teknik entry dengan menggunakan 2 cara yaitu, pertama semua laporan di entry secara offline/local kemudian dibackup untuk ditransfer ke excell yanag nantinya untuk di edit ke laporan SSF dan zip sebagai bahan untuk uplouad. Sedangkan cara keduanya adalah dengan mengupload hasil zip ke SIHA Online.

Secara teknis software ini sangat sangat sangat user freindly, sehingga sangat mudah dikerjakan artinya tidak perlu keahlian khusus tentang komputer.

Slide2Hal yang cukup menarik adalah bahwa SIHA ini sudah terintegrasi dengan Peta dimana software yang digandeng adalah StatPlanet, sehingga data-data realtime dapat dilihat secara visual melalu peta seluruh indonesia.

Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan semua laporan dapat dikerjakan dengan mudah, cepat dan tepat waktu, sehingga datanta uptodate dan dapat dipercaya kebenarannya. (nang)


Puskesmas Suranenggala Layani IMS dan HIV/AIDS

Print pagePDF pageEmail page

Sejak Januari 2013 Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menambah klinik layanan IMS dan HIV/AIDS di Puskesmas Suranenggala, tidak lain dari penambahan ini adalah daram rangka meningkatkan aksessibilitas pelayanan, sehingga masyarakat bisa lebih efisien baik dari waktu maupun biaya yang dikeluarkan untuk datang ke pelayanan kesehatan.
Perlu diketahui bahwa layanan ini meliputi pemeriksaan laboratorium, konseling, pengobatan dan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Sesuai dengan rencana strategis bahwa tahun 2013 ini akan di setup oleh Global Fund untuk dijadikan puskesmas yang mampu melayani warga kabupaten cirebon bagian utara, serta dukungan tenaga medis dan paramedis, konselor serta tenaga laboran yang bersertfikat, artinya tenaganya sudah mahir dan trampil.
Selain hal tersebut, juga untuk mengantisipasi kasus HIV yang sangat cepat penularnnya, dimana IMS adalah salah satu pintu masuk virus ini.
Harapannya adalah bahwa dengan bertambahnya klinik ini, maka merupakan klinik ke 6 setelah kedawung, Plumbon, Beber, Ciledug dan Tegalgubug.


637 Kasus HIV/AIDS sampai dengan Tahun 2012

Print pagePDF pageEmail page

Data kumulatif HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon sampai dengan Tahun 2012 mencapai 637 kasus, hal ini ada kenaikan penemuan dari tahun 2011 (557 kasus) sebanyak 80 kasus. Tetapi harus diingat bahwa data ini adalah fenomena gunung es, jadi yang diketemukan melalui layanan klinik VCT dan mobile VCT, artinya masih ada beberapa kasus yang belum diketemukan. Data ini terdiri atas dua bagian yaitu kasus yang betul-betul warga kabupaten cirebon dan warga pendatang. Untuk kasus warga kabupaten cirebon sebanyak 317 kasus dan sisanya luar warga kabupaten cirebon yang ditemukan pada saat VCT.

Jika dilihat dari proporsi jenis kelamin maka masih didominasi kaum laki-laki yaitu sebanyak 68% dan sisanya 32% perempuan, sedangkan proporsi menurut kelompok umur didominasi kelompok umur muda yaitu 21-30 tahun (51%) dan  31-40 tahun (34%), umur 0-10 tahun (2%), 11-20 tahun (6%), 41-50 tahun (6%) dan >50 tahun (1%). Risiko penularan HIV/AIDS tertinggi yaitu penularan mealalui transmisi seksual sebanyak 76% dan pengguna narkoba suntik 24%.

Perlu diketahui bahwa sampai dengan saat ini belum ditemukan baik vaksin maupun obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini, namun ada obat antiretroviral (ARV) yang bisa menekan pertumbuhan virus HIV dan obat ini harus dikonsumsi seumur hidup.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan LSM peduli AIDS secara intens dan terus menerus melakukan pencegahan penualaran melalui penyuluhan-penyuluhan di daerah risiko tinggi serta dengan selalu melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual dan secara komprehensif dengan pemeriksaan HIV melalui strategi VCT.

VCT sifatnya sukarela dengan mengedepankan 3C yaitu Confidensial, Counseling dan informed Consent, sehingga klien akan nyaman dan aman dari publikasi data serta dilindungi oleh undang-undang.

HIV adalah suatu virus yang tidak mudah menular, sehingga tidak perlu ditakuti. Media penularan virus ini secara garis besar ada 3 media yaitu cairan darah, cairan kelamin dan ASI dan satu lagi melalui plasenta yang terinfeksi oleh peyakit malaria. Apabila kita tidak pernah merasa akses terhadap cairan tersebut dijamin aman dan tidak termasuk kedalam risiko tinggi.

HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, bersalaman/bersentuhan, berpelukan/berciuman, menggunakan peralatan makan/minum secara bersama, tinggal serumah dan menggunakan jamban yang bersama.

Sedangkan cara pencegahan yang efektif adalah selalu setia pada pasangan, tidak melakukan sex bebas, gunakan pengaman sex (kondom) dan hindari penggunaan jarum pada narkoba suntik. (nr)


HIV/AIDS Kini Bisa DiSembuhkan Secara Total

Print pagePDF pageEmail page

Penyakit HIV/AIDS kini bisa disembuhkan. Hal ini terungkap dari hasil Konferensi internasional AIDS yang digelar Juli lalu di Washington DC, Amerika Serikat.Konferensi Internasional AIDS ke-29 itu diselenggarakan pada 22- 27 Juli dan diikuti 195 negara dengan jumlah peserta lebih dari 121 ribu orang. Dari konferensi tersebut terungkap hingga saat ini sudah ada bukti bahwa HIV/AIDS sudah bisa disembuhkan secara total.Ada 3 kasus yang terjadi, salah satunya pada seorang pasien dengan leukemia akut dan terjangkit HIV. Sewaktu leukemianya diobati dengan cangkok sel induk maka leukemianya sembuh dan virus HIV-nya hilang total. Juga ada dua kasus lain di mana pasien terkena kanker dan juga terjangkit virus HIV. Pada kedua orang tersebut dilakukan cangkok sumsum tulang dan hingga saat ini keduanya sehat serta tanpa ada virus HIV lagi, Jumat (3/8).

[Read more…]