November 23, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Kesiapan Kabupaten Cirebon Menghadapi Eleminasi HIV 2030


P2P |  Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi eleminasi HIV pada tahun 2030, diantaranya adalah dengan menyiapkan aset-aset untuk menunjang hal tersebut. Saat ini kami telah mempunyai 29 Klinik HIV, 6 Rumah Sakit PDP sebagai rujukan ODHA dan 1 Klinik PTRM untuk pengguna Narkoba Suntik. Tentunya dengan aset tersebut akan lebih di efektifkan lagi dan juga akan menambah jumlah layanan pada thun-tahun yang akan datang sehingga mencapai 60 Klinik dan 10 Rumah Sakit.

Selain hal tersebut kami juga akan meningkatkan jejaring dengan SKPD yang terkait sehingga semua sektor akan mempunyai peran masing-masing sesuai dengan kewenangannya secara terintegrasi dan menyeluruh.

Begitu juga dengan peran serta masyarakat, dimana saat ini kami mempunyai aset para kader yang terhimpun dalam Warga Pedulia AIDS (WPA) yang digagas oleh KPA, Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat(PIKM) yang digagas PKBI, Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan dan LSM-LSM Penggiat HIV di Kabupaten Cirebon. Hal ini tentunya akan bergerak secara simultan, sehingga Strategi 90-90-90 dapat tercapai pada tahun 2024 di Kabupaten Cirebon.

Yang tidak kalah penting adalah dukungan dana, baik dari APBD maupun dari CSR yang ada di Kabupaten Cirebon dan tidak menutup kemungkinan dari Perusahaan-Perusahaan Nasional dan Internasional. Saat ini kami lagi mencoba menjajagi CSR dari Jhonson & Jhonson. Semoga!


Sosialisasi Penanggulangan Penyakit Kusta di Kalangan Akademisi


Bidang P2P menyelanggarakan rapat sosialisasi penyakit kusta di kalangan akademisi. Hal ini tiada lain bahwa diharapkan semua akademis sudah menerapkan mata kuliah yang memuat tentang penyakit kusta, yang meliputi pengertian, gejala dan tanda kusta, tatalaksana pengobatan dan penanggulangannya.

Pada keaempata tersebut Kepala Dinas mengungkapkan bahwa Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium leperae artinya bukan penyakit guna guna, bukan penyakit keturunan ataupun kutukan.


SMS ke 0812 2000 6001 solusi bertanya tentang Kesehatan


P2P]. “Cukup ketik PENYAKIT kirimkan SMS ini ke 0812 2000 6001 maka informasi penyakit ada di ujung jari Anda,” Ujar Kepala Bidang P2P dr. Hj. Neneng Hasanah dalam amanat Apel Pagi di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

“Aplikasi ini di sebut e-PEDALKIT atau elektronik Pengendalian Penyakit yang bersistem SMS Gateway, sehingga tinggal ikuti MENU yang ada pada jawaban SMS tersebut”, Lanjut dr. Neneng sapaan akrabnya.

“Atau bisa juga dengan mengunjungi website e-PEDALKIT dengan alamat www.rujukan.cirebonkab.go.id/pedalkit maka dengan klik link tersebut bisa melihat keseluruhan dari aplikasi ini.” Pungkasnya.


3 Rumah Sakit Siap Layani Pasien ODHA


aids-hiv-2P2P – Dalam mendongkrak capaian MDGs Goal ke 6, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan 3 Rumah Sakit Pemerintah untuk melayani Pasien ODHA, yaitu RSUD Waled, Arjawinangun dan RSP Sidawangi. Tentunya hal ini disambut gembira oleh para ODHA yang memerlukan layanan yang lebih komprehensif serta semakin dekat dengan tempat tinggalnya. Adapun layanan yang dipersiapkan adalah untuk Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) atau dalam istilah medisnya Care Support and Treatment (CST).

Lokasi ketiga rumah sakit ini tentunya sangat strategis, dimana RSUD Waled akan melayani pasien dibagian timur cirebon, RSUD Arjawinangun akan melayani wilayah barat cirebon dan RSP Sidawangi akan melayani pasien yang berlokasi di bagian tengah cirebon.

Perlu diketahui bahwa kasus HIV-AIDS di Kabupaten Cirebon sampai dengan  Mei 2013 secara kumulatif sudah mencapai 672 artinya dalam kurun waktu lima bulan sudah ada penemuan sebanyak 35 kasus jika dibandingkan kondisi akhir tahun 2012 (637 kasus). Ini adalah kasus yang baru diketemukan!. Artinya masih banyak kasus yang belum diketemukan karena kasus HIV merupakan fenomena gunung es.

Dinas Kesehatan bejerjasama dengan KPA dan LSM PKBI, LSM Warga Siaga dan Komunal secara terus menerus melakukan penyuluhan dan mobile VCT di tempat-tempat yang berisiko tinggi, di populasi kunci serta di masyarakat umum.

Ada hal yang cukup menarik tentunya, saat ini HIV-AIDS tidak hanya di populasi kunci tetapi sudah mulai merambah ke ibu rumah tangga; artinya populasi kunci ini bertambah secara nyata dan tidak akan bisa dihindari sepanjang pola hidup seks bebas yang tidak aman tidak diubah sejak sekarang. Dan tentunya kasus HIV akan cepat merebak di masyarakat umum.


OJT DOTS di RSUD Arjawinangun


Jumat (3/8), Dinas Kesehatan beserta Tim KNCV melakukan On the Job Training tentang Public Private Mix (PPM), acarapun dipimpin langsung oleh Wakil Direktur RSUD Arjawinangun dr. H. Ahmad Qoyim, MARS.Acara ini merupakan rangkaian kegiatan PPM dalam optimalisasi jejaring internal di semua tingkat layanan yang ada di RSUD Arjawinangun dalam kasus TB.

Acara diisi dengan pemaparan dari dr. Hj. Neneng selaku Manager program KNCV Jawa Barat yang membahas tentang jejaring internal di RS, kemudian dilanjutkan oleh Ibu Mien dengan memaparkan hasil assesment serta pemaparan dari RS sendiri yang disampaikan oleh dr. Edi Jubaedi.

[Read more…]