November 23, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Pertemuan GERDUNAS Semester 2 Tahun 2016


P2P-Sumber. Kamis (22/09/16) LKNU bekerjasama dengan Dinas Kesehatan menyelenggarakan pertemuan rutin semesteran dengan tujuan untuk mengevaluasi kegiatan selama 6 (enam) bulan ke belakang dan merencanakan kegiatan 6 (enam) bulan ke depan.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr. H. Ahmad Qoyyim, MARS., dan dihadiri oleh Ketua Komisi 4 Bejo Kasiono, Ketua LKNU dr. H. Sutara, Kepala Bidang P2P dr. Hj. Neneng Hasanah, unsur Rumah Sakit, Puskesmas serta OPD terkait.

Kepala Dinas dalam sambutanya mengamantkan bahwa penyait TB menjadi tanggungjawab kita semua, jadi bukan hanya orang kesehatan yang bertanggung jawab karena penyakit TB sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak sehat, rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penyakit TB saat ini bisa disembuhkan dalam kurun waktu enam bulan, turuti dan taati apa yang dianjurkan oleh dokter, jangan sampai baru juga dua bulan sudah merasakan enak malahan gak mau minum obat lagi, padahal pengobatan TB harus tuntas minimal enam bulan; bigitu himbauan dari Kepala Dinas.

Sambutan Ketua LKNU dr. H. Sutara pun mengungkapkan bahwa LKNU mempunyai 200 kader CEPAT LKNU yang sudah berkiprah di Kabupaten Cirebon dalam penemuan dan penyembuhan penyakit TB.

Kepala Bidang P2P dr. Hj. Neneng Hasanah selaku Fasilitator mengungkapkan bahwa TB saat ini bebannya semakin berat, karena adanya TB resisten obat. Hal ini tentunya membutuhkan biaya yang lebih tinggi lagi sekitar Rp. 200 jt serta waktu yang lebih lama dalam pengobatannya yaitu minimal 2 tahun. Jadi kalau ada 1 orang yang TB Resisten maka akan menghabiskan biaya pengobatan TB untuk 200 orang. Sungguh beban yang sangat berat buat sektor kesehatan jika tidak dibantu oleh semua komponen.


Pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA)


Slide1Kamis (26/4) Penanggungjawab MONEV HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan KPA melakukan pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) di Aula 2 yang diikuti oleh Petugas Admin SIHA Puskesmas Kedawung, Plumbon, Suranenggala dan RSUD Waled masing-masing 2 orang yaitu yang bertanggungjawab terhadap laporan VCT, IMS, LJSS dan CST.

Acara mulaidilaksanakan pada pukul 10.00 WIB yang secara langsung dipandu oleh penanggungjawab MONEV Nanang Ruhyana yang didampingi oleh KPA Aip Syarifudin. SIHA merupakan sistem pencatatan dan pelaporan dari kegiatan HIV AIDS yang meliputi VCT, IMS, LJSS, CST dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan pelatihan, semua layanan membawa bahan-bahan laporan yang akan dientry sehingga pada akhir latihan semua laporan telah selesai dan bisa langsung di upload.

Teknik entry dengan menggunakan 2 cara yaitu, pertama semua laporan di entry secara offline/local kemudian dibackup untuk ditransfer ke excell yanag nantinya untuk di edit ke laporan SSF dan zip sebagai bahan untuk uplouad. Sedangkan cara keduanya adalah dengan mengupload hasil zip ke SIHA Online.

Secara teknis software ini sangat sangat sangat user freindly, sehingga sangat mudah dikerjakan artinya tidak perlu keahlian khusus tentang komputer.

Slide2Hal yang cukup menarik adalah bahwa SIHA ini sudah terintegrasi dengan Peta dimana software yang digandeng adalah StatPlanet, sehingga data-data realtime dapat dilihat secara visual melalu peta seluruh indonesia.

Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan semua laporan dapat dikerjakan dengan mudah, cepat dan tepat waktu, sehingga datanta uptodate dan dapat dipercaya kebenarannya. (nang)


OJT DOTS di RSUD Arjawinangun


Jumat (3/8), Dinas Kesehatan beserta Tim KNCV melakukan On the Job Training tentang Public Private Mix (PPM), acarapun dipimpin langsung oleh Wakil Direktur RSUD Arjawinangun dr. H. Ahmad Qoyim, MARS.Acara ini merupakan rangkaian kegiatan PPM dalam optimalisasi jejaring internal di semua tingkat layanan yang ada di RSUD Arjawinangun dalam kasus TB.

Acara diisi dengan pemaparan dari dr. Hj. Neneng selaku Manager program KNCV Jawa Barat yang membahas tentang jejaring internal di RS, kemudian dilanjutkan oleh Ibu Mien dengan memaparkan hasil assesment serta pemaparan dari RS sendiri yang disampaikan oleh dr. Edi Jubaedi.

[Read more…]