December 6, 2016

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Waw .. Diagnosis Malaria Lewat Video Game


Seiring dengan perkembangan teknologi, ditemukan cara baru untuk mendiagnosis penyakit malaria. Adalah permainan video game crowdsourcing yang diklaim dapat mempersingkat waktu dalam membedakan sel-sel darah merah yang terinfeksi. Dengan demikian, pola-pola sel darah asli dapat dilihat, sehingga dapat diketahui sejauh mana virus malaria terjangkit di dalam tubuh.Permainan ini diciptakan oleh para peneliti di Henry Samueli School of Engineering and the Applied Science UCLA dan David Geffen School of Medicine. Dalam crowdsourcing, para pemain akan dikenalkan tutorial singkat mengenai karakteristik sel darah yang terinfeksi.

Para gamer kemudian akan disajikan enam kotak dengan delapan sel darah. Tujuan permainan ini adalah menggunakan salah satu alat untuk menetralkan sel jahat dan memilih sel-sel sehat yang tersisa. Setelah menyelesaikan sebuah tahap permainan, pemain diberikan panduan lain untuk menganalisis.

Sejauh ini, relawan terlatih di University of California Los Angeles berhasil mendiagnosis sel darah yang terinfeksi malaria dengan tingkat ketepatan yang mendekati ahli patologi terlatih. Permainan ini akan membutuhkan waktu yang jauh lebih cepat untuk mendiagnosis dibanding melalui diagnosa dokter.

Dengan variasi tingkat ketepatan sebesar 1,25% dibandingkan profesional kesehatan, video game ini dapat dijadikan sebagai cara pengobatan malaria yang lebih baik. “Permainan ini diciptakan berdasarkan pemikiran bahwa jika secara hati-hati menggabungkan keputusan banyak orang, termasuk yang bukan pakar, maka forum akan menjadi sangat kompetitif. Respon 1 orang mungkin baik, tetapi jika menggabungkan 20 sampai 50 orang atau para pakar dan para pemain video game bersama-sama, tingkat ketepatan akan sangat tinggi,” kata Pakar Teknik Elektro dan Bioteknologi University California Los Angeles, Aydogan Ozcan.

Untuk saat ini, crowdsourcing masih difokuskan pada diagnosis malaria. Tetapi tidak menutup kemungkinan, game ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan biomedis dan lingkungan. Permainan ini dapat dimainkan siapa saja di seluruh dunia lewat berbagai perangkat komputer, mulai dari ponsel hingga komputer pribadi.(Computerworld/SHA)

sumber : kesehatan.liputan6.com


Speak Your Mind

*