December 6, 2016

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Pengobatan Herbal untuk Kanker Hanya Pelengkap.


Tak sedikit orang yang didiagnosis kanker meninggalkan pengobatan medisnya karena lebih memilih obat herbal. Tapi sebenarnya pengobatan herbal untuk kanker ini hanya sebagai pelengkap saja, sehingga seharusnya tidak meninggalkan pengobatan utamanya.

“Kalau kita lihat, herbal sebagai penunjang komplementer, jadi digunakan bersama dan bukan meninggalkan salah satunya atau pengobatan medisnya,” ujar Dr dr Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP dalam acara PinkShimmerinc, 7 Wanita Melawan Kanker, di Plaza Senayan, seperti ditulis Minggu (28/10/2012).

Dr Aru mengungkapkan seringkali ada pasien yang datang ke dokter pada stadium 2 lalu menghilang dan tiba-tiba datang lagi sudah stadium 4, yang mana sudah tidak bisa dioperasi lagi. Karena itu pasien tersebut diberikan pengobatan untuk ‘memperpanjang hidup’ saja.

“Ikatan Dokter Indonesia sudah menyatakan resmi, silakan gunakan herbal sebagai komplementer, tapi untuk alternatif jangan, jadi tanpa meninggalkan pengobatan medisnya,” imbaunya.

Pernyataan ini juga diamini oleh Dr dr Samuel J Haryono, SpB(K)Onk bahwa pengobatan herbal atau alternatif ini adalah komplementer, yaitu sebagai penambah dari apa yang sudah ada.

“Kita negara yang memiliki pilihan kebebasan pengobatan, tapi herbal tidak bisa jadi alternatif pilihan kalau pasien tidak mau dioperasi atau melakukan kemoterapi,” ujar Dr Samuel.

Dr Samuel menuturkan rekomendasi terbaik untuk obat herbal ini adalah sebagai teman atau pelengkap saja. Jika pasien memang harus dikemoterapi, berarti memang itu pengobatan yang tepat.

Khasiat dari pengobatan herbal ini masih lemah karena belum diambil ekstrak kimianya, jadi hanya menunjang kualitas hidup atau memperbaiki. Selain itu jika ingin menggunakan obat herbal sebaiknya hati-hati karena ada beberapa yang menambahkan obat kimia dalam dosis kecil pada obat herbal.

“Saya lebih senang kalau pasien jujur (jika menggunakan obat herbal), kalau konsumsi daun sirsak ya silakan. Karena pengobatan herbal ini bukan untuk mengobati kanker secara sendiri,” ujar Dr Aru.

Sumber: Detik.com