November 23, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Menyongsong Hari AIDS Sedunia 2017


P2P | Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penularan HIV yang meluas. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV-AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS oleh
pihak pemerintah, organisasi Internasional dan lembaga sosial masyarakat di seluruh dunia.

Tema nasional untuk Hari AIDS Sedunia tahun 2017 adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV-AIDS dengan cara melakukan tes HIV dan melanjutkan dengan pengobatan ARV jika terdiagnosa HIV sedini mungkin. Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini maka kita telah melakukan perlindungan terhadap keluarga dan orang yang kita
sayangi. Hal ini yang mendasari kalimat
“Lindungi yang tersayang dari HIV” menjadi subtema HAS tahun 2017
Semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini maka hal ini dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV sehingga Indonesia dapat mencapai “3 Zero” yaitu (1) tidak ada infeksi baru HIV, (2) tidak ada kematian akibat AIDS dan (3) tidak ada stigma dan Diskriminasi untuk
mencapai Eliminasi HIV pada 2030.


Kesiapan Kabupaten Cirebon Menghadapi Eleminasi HIV 2030


P2P |  Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi eleminasi HIV pada tahun 2030, diantaranya adalah dengan menyiapkan aset-aset untuk menunjang hal tersebut. Saat ini kami telah mempunyai 29 Klinik HIV, 6 Rumah Sakit PDP sebagai rujukan ODHA dan 1 Klinik PTRM untuk pengguna Narkoba Suntik. Tentunya dengan aset tersebut akan lebih di efektifkan lagi dan juga akan menambah jumlah layanan pada thun-tahun yang akan datang sehingga mencapai 60 Klinik dan 10 Rumah Sakit.

Selain hal tersebut kami juga akan meningkatkan jejaring dengan SKPD yang terkait sehingga semua sektor akan mempunyai peran masing-masing sesuai dengan kewenangannya secara terintegrasi dan menyeluruh.

Begitu juga dengan peran serta masyarakat, dimana saat ini kami mempunyai aset para kader yang terhimpun dalam Warga Pedulia AIDS (WPA) yang digagas oleh KPA, Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat(PIKM) yang digagas PKBI, Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan dan LSM-LSM Penggiat HIV di Kabupaten Cirebon. Hal ini tentunya akan bergerak secara simultan, sehingga Strategi 90-90-90 dapat tercapai pada tahun 2024 di Kabupaten Cirebon.

Yang tidak kalah penting adalah dukungan dana, baik dari APBD maupun dari CSR yang ada di Kabupaten Cirebon dan tidak menutup kemungkinan dari Perusahaan-Perusahaan Nasional dan Internasional. Saat ini kami lagi mencoba menjajagi CSR dari Jhonson & Jhonson. Semoga!


Strategi 90 90 90 HIV


P2P | Minggu (22/10/2017) Kementerian Kesehatan mengadakan Lokakarya Fast Track 90-90-90 yang bertempat di Jakarta. Cara ini berlangsung selama empat hari yang dimulai sejak 22-25 Oktober 2017. Kegiatan ini di hadiri oleh 34 Provinsi dan 97 Kabupaten/Kota dan dilaksanakan dalam dua gelombang.

Inti dari kegiatan ini adalah dalam rangka percepatan penurunan epidemi HIV dengan Strategi Jalur Cepat 90-90-90 yaitu pada tahun 2020 90% ODHA mengetahui status HIVnya, 90% ODHA yang tahu statusnya mendapatkan ARV dan 90% ODHA on ART mengalami supresi Viral Load (VL).


KAMPANYE MR (MEASLES RUBELLA) DI KABUPATEN CIREBON


Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sifatnya wajib dan tidak memerlukan individual informed consent.

Pelaksanaan Kampanye imunisasi MR di Kabupaten Cirebon dilaksanakan 2 tahap;

  1. Bulan Agustus 2017 untuk sasaran anak sekolah SD/MI dan SMP/MTs sederajat dilaksanakan di sekolah, dan
  2. Bulan September 2017 untuk sasaran anak usia tidak sekolah, dilaksanakan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.

Target cakupan kampanye imunisasi MR adalah minimal 95% merata di seluruh tempat pelayanan.

Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilaukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin.

Jumlah sasaran kampanye imunisasi MR di Kabupaten Cirebon selurunya adalah 547.811 anak, sasaran yang telah di imunisasi sampai akhir kegiatan 540.641 (98,69%).

Tercapainya cakupan melebihi target 95% tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah; Dinas Pendidikan, Kementrian Agama, TP PKK, MUI dan LK NU di tingkat kabupaten dan kecamatan


Sosialisasi Penanggulangan Penyakit Kusta di Kalangan Akademisi


Bidang P2P menyelanggarakan rapat sosialisasi penyakit kusta di kalangan akademisi. Hal ini tiada lain bahwa diharapkan semua akademis sudah menerapkan mata kuliah yang memuat tentang penyakit kusta, yang meliputi pengertian, gejala dan tanda kusta, tatalaksana pengobatan dan penanggulangannya.

Pada keaempata tersebut Kepala Dinas mengungkapkan bahwa Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium leperae artinya bukan penyakit guna guna, bukan penyakit keturunan ataupun kutukan.