September 19, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

3 Rumah Sakit Siap Layani Pasien ODHA

aids-hiv-2P2P – Dalam mendongkrak capaian MDGs Goal ke 6, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan 3 Rumah Sakit Pemerintah untuk melayani Pasien ODHA, yaitu RSUD Waled, Arjawinangun dan RSP Sidawangi. Tentunya hal ini disambut gembira oleh para ODHA yang memerlukan layanan yang lebih komprehensif serta semakin dekat dengan tempat tinggalnya. Adapun layanan yang dipersiapkan adalah untuk Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) atau dalam istilah medisnya Care Support and Treatment (CST).

Lokasi ketiga rumah sakit ini tentunya sangat strategis, dimana RSUD Waled akan melayani pasien dibagian timur cirebon, RSUD Arjawinangun akan melayani wilayah barat cirebon dan RSP Sidawangi akan melayani pasien yang berlokasi di bagian tengah cirebon.

Perlu diketahui bahwa kasus HIV-AIDS di Kabupaten Cirebon sampai dengan  Mei 2013 secara kumulatif sudah mencapai 672 artinya dalam kurun waktu lima bulan sudah ada penemuan sebanyak 35 kasus jika dibandingkan kondisi akhir tahun 2012 (637 kasus). Ini adalah kasus yang baru diketemukan!. Artinya masih banyak kasus yang belum diketemukan karena kasus HIV merupakan fenomena gunung es.

Dinas Kesehatan bejerjasama dengan KPA dan LSM PKBI, LSM Warga Siaga dan Komunal secara terus menerus melakukan penyuluhan dan mobile VCT di tempat-tempat yang berisiko tinggi, di populasi kunci serta di masyarakat umum.

Ada hal yang cukup menarik tentunya, saat ini HIV-AIDS tidak hanya di populasi kunci tetapi sudah mulai merambah ke ibu rumah tangga; artinya populasi kunci ini bertambah secara nyata dan tidak akan bisa dihindari sepanjang pola hidup seks bebas yang tidak aman tidak diubah sejak sekarang. Dan tentunya kasus HIV akan cepat merebak di masyarakat umum.


Pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA)

Slide1Kamis (26/4) Penanggungjawab MONEV HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan KPA melakukan pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) di Aula 2 yang diikuti oleh Petugas Admin SIHA Puskesmas Kedawung, Plumbon, Suranenggala dan RSUD Waled masing-masing 2 orang yaitu yang bertanggungjawab terhadap laporan VCT, IMS, LJSS dan CST.

Acara mulaidilaksanakan pada pukul 10.00 WIB yang secara langsung dipandu oleh penanggungjawab MONEV Nanang Ruhyana yang didampingi oleh KPA Aip Syarifudin. SIHA merupakan sistem pencatatan dan pelaporan dari kegiatan HIV AIDS yang meliputi VCT, IMS, LJSS, CST dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan pelatihan, semua layanan membawa bahan-bahan laporan yang akan dientry sehingga pada akhir latihan semua laporan telah selesai dan bisa langsung di upload.

Teknik entry dengan menggunakan 2 cara yaitu, pertama semua laporan di entry secara offline/local kemudian dibackup untuk ditransfer ke excell yanag nantinya untuk di edit ke laporan SSF dan zip sebagai bahan untuk uplouad. Sedangkan cara keduanya adalah dengan mengupload hasil zip ke SIHA Online.

Secara teknis software ini sangat sangat sangat user freindly, sehingga sangat mudah dikerjakan artinya tidak perlu keahlian khusus tentang komputer.

Slide2Hal yang cukup menarik adalah bahwa SIHA ini sudah terintegrasi dengan Peta dimana software yang digandeng adalah StatPlanet, sehingga data-data realtime dapat dilihat secara visual melalu peta seluruh indonesia.

Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan semua laporan dapat dikerjakan dengan mudah, cepat dan tepat waktu, sehingga datanta uptodate dan dapat dipercaya kebenarannya. (nang)


Setup Layanan PTRM di Puskesmas Plumbon

Methadone-2Program Therapi Rumatan Methadone (PTRM) adalah sebagai bentuk memutus mata rantai penularan HIV/AIDS dari pengguna narkoba suntik ke cairan opioid. Methadone (Metadon) mempunyai khasiat sebagai suatu analgetik dan euforia karena bekerja pada reseptor opioid mu (µ) yang mirip dengan ikatan agonis opioid mu (µ) yang lain, misalnya morfin. Metadon adalah suatu agonis parsial opioid sintetik yang kuat dan secara oral diserap dengan baik. Metadon juga dapat diberikan secara parenteral maupun rektal, meskipun cara pemakaian yang terakhir tidak lazim dikerjakan

Metadon dipilih sebagai terapi utama substitusi karena memiliki efek menyerupai morfin dan kokain dengan masa kerja yang lebih panjang sehingga dapat diberikan satu kali sehari dan penggunaannya dengan cara diminum. Efek yang ditimbulkan metadon mirip dengan yang ditimbulkan heroin, namun efek “fly”-nya tidak senikmat biasanya pada metadon, sifat ketergantungannya tidak seburuk heroin dan gejala putus obatnya tidak seberat heroin.

Hadir pada kesempatan tersebut Kasat Narkoba AKP Hartono, Waka Polsek Plumbon, Camat Plumbon, Kuwu Plumbon dan Kepala Puskesmas Kedawung, Plumbon dan Suranenggala. Sedangkan pembicara utama adalah dr. Arifah Istiqomah, psikiatris PTRM RSHS dan Ibu Wina dari Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Barat.

Program ini bisa terwujud jika didukung oleh para pemangku kepentingan serta dari para klien yang membutuhkan.


RSUD Arjawinangun dan RSP Sidawangi akan disetup CST HIV/AIDS

hivtsdlmSesuai dengan Work Plan Program HIV/AIDS Tahun 2013-2015 kedua Rumah Sakit tersebut akan di setup untuk Program CST HIV/AIDS fokusnya adalah pada program perawatan, dukungan dan pengobatan. Hal ini untuk mengakomodir kasus HIV/AIDS diwilayah barat cirebon sedangkan untuk wilayah timur sudah ada RSUD Waled.

Efektifitas pelayanan sudah bisa diakses pada bulan Juni 2013, hal ini karena petugas dari kedua Rumah Sakit tersebut perlu dilatih keterampilannya terlebih dahulu yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Mengingat semakin banyaknya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon (637 kasus s.d. tahun 2012) maka untuk RSUD Waled juga akan ditingkatkan lagi keterampilan dan pengetahuannya karena perkembangan kasus yang semakin komplek. Kompleksitas kasus bukan hanya terjadi pada pengguna narkoba suntik dan penularan melalui transmisi seksual tetapi saat ini kasus HIV/AIDS sudah merambah ke Ibu Rumah Tangga yang notabene korban dari para suami yang suka akses ke prostitusi dengan tidak menggunakan pengaman.

Dengan disetupnya rumah sakit tersebut diharapkan kasus kasus HIV/AIDS yang perlu perawtan, dukungan dan pengobatan tidak perlu lagi dirujuk ke Klinik Seroja (RSUD Gunungjati).


Puskesmas Suranenggala Layani IMS dan HIV/AIDS

Sejak Januari 2013 Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menambah klinik layanan IMS dan HIV/AIDS di Puskesmas Suranenggala, tidak lain dari penambahan ini adalah daram rangka meningkatkan aksessibilitas pelayanan, sehingga masyarakat bisa lebih efisien baik dari waktu maupun biaya yang dikeluarkan untuk datang ke pelayanan kesehatan.
Perlu diketahui bahwa layanan ini meliputi pemeriksaan laboratorium, konseling, pengobatan dan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Sesuai dengan rencana strategis bahwa tahun 2013 ini akan di setup oleh Global Fund untuk dijadikan puskesmas yang mampu melayani warga kabupaten cirebon bagian utara, serta dukungan tenaga medis dan paramedis, konselor serta tenaga laboran yang bersertfikat, artinya tenaganya sudah mahir dan trampil.
Selain hal tersebut, juga untuk mengantisipasi kasus HIV yang sangat cepat penularnnya, dimana IMS adalah salah satu pintu masuk virus ini.
Harapannya adalah bahwa dengan bertambahnya klinik ini, maka merupakan klinik ke 6 setelah kedawung, Plumbon, Beber, Ciledug dan Tegalgubug.