November 25, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

KEMENKES Luncurkan AIDSdigital, Informasi HIV-AIDS digenggaman Tangan Anda

aidsdigitalHari ini (31/10), Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH meluncurkan aplikasi AIDS Digital, di Jakarta. Aplikasi AIDS Digital adalah aplikasi pertama di tingkat regional Asia Pacific, yang dibangun oleh ODHA, berteknologi tinggi yang berguna dalam mendukung pencapaian program penanggulangan AIDS.

Peluncuran aplikasi ini guna mendukung program pemerintah Indonesia dalam mencapai target MDGs untuk AIDS. Sebagaimana diketahui, sebagian besar infeksi baru HIV dan AIDS dilaporkan pada kelompok usia muda atau usia produktif. Pada periode April-Juni 2013 sebagian besar infeksi baru HIV adalah pada kelompok usia 25-49 tahun (71%) dan kasus AIDS baru sebagian besar pada kelompok usia 30-39 tahun.

Generasi muda atau kelompok usia produktif umumnya memiliki pemahaman yang cukup baik tentang teknologi informasi termasuk teknologi digital. Pemahaman ini merupakan peluang untuk memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi digital dalam menjangkau generasi muda untuk menyampaikan berbagai pesan kesehatan termasuk pesan tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS.

AIDS Digital bermanfaat untuk menginformasikan tentang berbagai hal, seperti pelayanan kesehatan, lokasi pelayanan kesehatan, jadwal pelayanan melalui alat komunikasi sehingga masyarakat tidak selalu perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan demikian,  waktu dan dana dapat dihemat, bahkan hambatan budaya akibat rasa malu dan atau adanya stigmatisasi  dan diskriminasi dapat dihindarkan, kata Menkes dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes minta agar seluruh jajaran kesehatan di Tanah Air ikut    mensosialisasikan kepada masyarakat tentang peluang mengakses informasi kesehatan melalui AIDS Digital. Dengan demikian, berbagai sasaran Pembangunan Kesehatan dapat dipercepat pencapaiannya termasuk pencapaian getting to zero pengendalian AIDS,  yaitu  tidak ada kasus baru HIV, tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, dan tidak ada  kematian akibat AIDS.

Aplikasi Digital AIDS dirancang atas kerjasama Kemenkes dengan Indonesia AIDS Coalition (IAC). Aplikasi ini berbasis Internet dan bisa diakses melalui website dan telepon pintar (smartphone). Aplikasi ini dapat diakses di website www.aidsdigital.net. Sedangkan bagi aplikasi berbasis telepon pintar dibangun dengan menggunakan tiga platform operating system yaitu iOs, Blackberry z10 dan Android yang akan bisa diakses di Apple Store, Google Play dan Blackberry Store.

AIDS Digital berisi informasi layanan terdiri dari Tes HIV, Terapi ARV, Kelompok dukungan ODHA, Pencegahan Vertikal, Layanan Jarum suntik steril, layanan methadone dan layanan IMS. Selain itu juga ada direktori online dari lembaga yang bekerja untuk program penangulangan AIDS seperti Kemenenterian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS, LSM dan juga jaringan populasi kunci.
Selain peluncuran AIDS Digital pada kesempatan yang sama Menkes juga meluncurkan website Kementerian Kesehatan RI dengan tampilan yang baru.

Website tersebut memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan website sebelumnya seperti dapat diakses dari handphone dan tablet serta dapat link dengan berbagai website lain yang terkait dengan kesehatan termasuk AIDS Digital, ujar Menkes.


707 Kasus HIV Kumulatif sampai dengan September 2013

Getting to zeroP2P – Dari bulan ke bulan penemuan kasus HIV terus meningkat di Kabupaten Cirebon, sampai dengan September 2013 sudah terdeteksi 707 kasus, tentunya hal ini baru yang terdeteksi saja artinya masih banyak kasus HIV yang belum kami temukan karena tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan secara mandiri masih rendah, padahal secara terus menerus Dinas Kesehatan dalam berbagai kesempatan selalu mensosialisakan akan bahaya HIV.

707 kasus ini didapat dari 8 layanan klinik konseling dan testing yaitu Puskesmas Kedawung, Plumbon, Suranenggala, Beber dan Ciledug serta Rumah Sakit Waled, Arjawinangun dan Sidawangi.

Saat ini HIV bukan hanya ada di kelompok tertentu saja, namun sudah merambah ke populasi umum artinya semua orang mempunyai risiko yang sama terhadap penyebaran virus ini. Terbukti dengan semakin banyaknya Ibu Rumah Tangga yang terinfeksi, dimana hal ini akan membahayakan pada generasi penerus yakni bayinya. Pada tahun 2013 ini sudah 5 ibu hamil melahirkan dalam status ODHA yang notabene bayi terancam akan terinfeksi sebesar 95%. Dengan hal ini patut kiranya setiap ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya untuk diperiksa secara inklusif dalam pemeriksaan awal.

Dari 707 tersebut kasus tertinggi pada kelompok laki-laki (68 %) sedangkan perempuan (32%), namun jika dilihat dari faktor resiko ternyata heteroseksual atau penularan melalui transmisi seksual (68%) dan sisanya pengguna narkoba suntik (32%). Jika menurut kelompok umur maka kelompok muda (21-30 th) dan kelompok manusia produktif (31-40 th) yang cukup tinggi dimana masing-masing sebanyak 51% dan 34%.


3 Rumah Sakit Siap Layani Pasien ODHA

aids-hiv-2P2P – Dalam mendongkrak capaian MDGs Goal ke 6, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan 3 Rumah Sakit Pemerintah untuk melayani Pasien ODHA, yaitu RSUD Waled, Arjawinangun dan RSP Sidawangi. Tentunya hal ini disambut gembira oleh para ODHA yang memerlukan layanan yang lebih komprehensif serta semakin dekat dengan tempat tinggalnya. Adapun layanan yang dipersiapkan adalah untuk Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) atau dalam istilah medisnya Care Support and Treatment (CST).

Lokasi ketiga rumah sakit ini tentunya sangat strategis, dimana RSUD Waled akan melayani pasien dibagian timur cirebon, RSUD Arjawinangun akan melayani wilayah barat cirebon dan RSP Sidawangi akan melayani pasien yang berlokasi di bagian tengah cirebon.

Perlu diketahui bahwa kasus HIV-AIDS di Kabupaten Cirebon sampai dengan  Mei 2013 secara kumulatif sudah mencapai 672 artinya dalam kurun waktu lima bulan sudah ada penemuan sebanyak 35 kasus jika dibandingkan kondisi akhir tahun 2012 (637 kasus). Ini adalah kasus yang baru diketemukan!. Artinya masih banyak kasus yang belum diketemukan karena kasus HIV merupakan fenomena gunung es.

Dinas Kesehatan bejerjasama dengan KPA dan LSM PKBI, LSM Warga Siaga dan Komunal secara terus menerus melakukan penyuluhan dan mobile VCT di tempat-tempat yang berisiko tinggi, di populasi kunci serta di masyarakat umum.

Ada hal yang cukup menarik tentunya, saat ini HIV-AIDS tidak hanya di populasi kunci tetapi sudah mulai merambah ke ibu rumah tangga; artinya populasi kunci ini bertambah secara nyata dan tidak akan bisa dihindari sepanjang pola hidup seks bebas yang tidak aman tidak diubah sejak sekarang. Dan tentunya kasus HIV akan cepat merebak di masyarakat umum.


Pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA)

Slide1Kamis (26/4) Penanggungjawab MONEV HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan KPA melakukan pelatihan Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) di Aula 2 yang diikuti oleh Petugas Admin SIHA Puskesmas Kedawung, Plumbon, Suranenggala dan RSUD Waled masing-masing 2 orang yaitu yang bertanggungjawab terhadap laporan VCT, IMS, LJSS dan CST.

Acara mulaidilaksanakan pada pukul 10.00 WIB yang secara langsung dipandu oleh penanggungjawab MONEV Nanang Ruhyana yang didampingi oleh KPA Aip Syarifudin. SIHA merupakan sistem pencatatan dan pelaporan dari kegiatan HIV AIDS yang meliputi VCT, IMS, LJSS, CST dan lain-lain.

Dalam pelaksanaan pelatihan, semua layanan membawa bahan-bahan laporan yang akan dientry sehingga pada akhir latihan semua laporan telah selesai dan bisa langsung di upload.

Teknik entry dengan menggunakan 2 cara yaitu, pertama semua laporan di entry secara offline/local kemudian dibackup untuk ditransfer ke excell yanag nantinya untuk di edit ke laporan SSF dan zip sebagai bahan untuk uplouad. Sedangkan cara keduanya adalah dengan mengupload hasil zip ke SIHA Online.

Secara teknis software ini sangat sangat sangat user freindly, sehingga sangat mudah dikerjakan artinya tidak perlu keahlian khusus tentang komputer.

Slide2Hal yang cukup menarik adalah bahwa SIHA ini sudah terintegrasi dengan Peta dimana software yang digandeng adalah StatPlanet, sehingga data-data realtime dapat dilihat secara visual melalu peta seluruh indonesia.

Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan semua laporan dapat dikerjakan dengan mudah, cepat dan tepat waktu, sehingga datanta uptodate dan dapat dipercaya kebenarannya. (nang)


RSUD Arjawinangun dan RSP Sidawangi akan disetup CST HIV/AIDS

hivtsdlmSesuai dengan Work Plan Program HIV/AIDS Tahun 2013-2015 kedua Rumah Sakit tersebut akan di setup untuk Program CST HIV/AIDS fokusnya adalah pada program perawatan, dukungan dan pengobatan. Hal ini untuk mengakomodir kasus HIV/AIDS diwilayah barat cirebon sedangkan untuk wilayah timur sudah ada RSUD Waled.

Efektifitas pelayanan sudah bisa diakses pada bulan Juni 2013, hal ini karena petugas dari kedua Rumah Sakit tersebut perlu dilatih keterampilannya terlebih dahulu yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan. Mengingat semakin banyaknya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon (637 kasus s.d. tahun 2012) maka untuk RSUD Waled juga akan ditingkatkan lagi keterampilan dan pengetahuannya karena perkembangan kasus yang semakin komplek. Kompleksitas kasus bukan hanya terjadi pada pengguna narkoba suntik dan penularan melalui transmisi seksual tetapi saat ini kasus HIV/AIDS sudah merambah ke Ibu Rumah Tangga yang notabene korban dari para suami yang suka akses ke prostitusi dengan tidak menggunakan pengaman.

Dengan disetupnya rumah sakit tersebut diharapkan kasus kasus HIV/AIDS yang perlu perawtan, dukungan dan pengobatan tidak perlu lagi dirujuk ke Klinik Seroja (RSUD Gunungjati).