September 19, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Waspada Virus Zika

Zika virus adalah disebabkan gigitan nyamuk dan menyebabkan bayi lahir cacat dan kelainan ukuran kepala bayi. Tanda gejala orang terkena virus zika antara lain demam, timbul ruam, nyeri sendi dan mata merah (Konjungtivitis), pusing.

Virus Zika, chikungunya dan demam berdarah dengue ditularkan melalui perantara nyamuk yang sama yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Untuk kasus infeksi virus Zika, bagaimana gejalanya dan tanda-tandanya bila menginfeksi ibu hamil?

Virus Zika dan bahayanya pada Wanita Hamil

Infeksi virus Zika pada ibu hamil kini menjadi perhatian khusus. Hal ini disebabkan karena ditemukannya peningkatkan kasus kelainan bawaan berupa mikrosefali pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi virus zika saat hamil.

Mikrosefali adalah kelainan bawaan di mana bayi lahir dengan ukuran kepala yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh kelainan perkembangan otak sejak dalam kandungan. Sebelum virus zika, penyebab mikrosefali pada umumnya adalah down syndrome, paparan obat, alkohol, dan infeksi rubella (campak jerman) selama kehamilan.

Penyakit Virus Zika

Berikut beberapa hal dan pertanyaan seputar penyakit virus zika yang dilansir dari laman situs portal resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di depkes.go.id.

Apakah virus Zika itu?

Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

Bagaimana cara penularan virus Zika?

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain.

Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh Wanita Ibu Hamil pada janinnya selama masa kehamilan.

Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?

Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi dan tertular virus zika ini termasuk ibu hamil.

Gejala Tanda Infeksi Virus Zika

1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva.

Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari.

Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

Komplikasi Akibat yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika

Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

Jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil

Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.

Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut ketika telah tertular dan terinfeksi virus zika antara lain adalah sebagai berikut :

Istirahat cukup
Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya.
Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

Penyakit Virus Zika

Cara Tips Pencegahan Penularan Virus Zika

Ada beberapa cara kiat dan tips untuk mencegah penularan virus ini dapat dilakukan dengan antara lain :

Menghindari kontak dengan nyamuk
Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.

Negara Yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?

Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap.

Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?

Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.

Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?

Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?

Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

Anjuran Bagi Wanita Hamil

Bagi wanita hamil yang memiliki riwayat bepergian ke daerah penyebaran virus zika dan mengalami setidaknya dua gejala dalam dua minggu setelah bepergian, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Karena, hingga saat ini belum ditemukan vaksin maupun pengobatan untuk infeksi virus zika. CDC (Centers for Disease and Control Prevention) merekomendasikan agar semua wanita hamil menunda untuk bepergian ke daerah transmisi virus zika. Wanita hamil yang sudah terlanjur berada di daerah endemis dihimbau agar melakukan proteksi ketat terhadap gigitan nyamuk yang mungkin terjadi.

Bahkan baru-baru ini, pemerintah Brasil dan Kolombia meminta agar para wanita menunda kehamilan untuk sementara waktu. Anjuran yang lebih ekstrim diberikan oleh pemerintah El Savador yang menghimbau agar wanita tidak hamil hingga tahun 2018.

Apabila masih ada yang kurang jelas, bisa langsung kirim pertanyaan lewat SMS Gateway e-PEDALKIT melalui Nomor Telephon 0812 2000 6001 dengan cara “saran#(isi pesan/pertanyaan)


Dinas Kesehatan Luncurkan e-PEDALKIT

Elektronic Pengendalian Penyakit (e-PEDALKIT) merupakan aplikasi digital berbasis SMS Gateway yang sangat mudah digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk menjembatani komunikasi dan informasi kesehatan antara masyarakat dengan Dinas Kesehatan.
Aplikasi ini sudah terintegrasi dengan Callcenter SICERIA caranya sangat mudah, cukup kirim SMS dan ketik PENYAKIT kirim ke 0812 2277 4174 dan 0812 2000 6001.
Nanti akan ada sms balasan Selamat Datang dan untuk memilih Menu dengan menulis salah satu ANGKA, misalnya ANGKA 1, maka nanti akan ada balasan SMS lagi, begitu seterusnya. Sedangkan jika ada pertanyaan lain tentang penyakit bisa memilih ANGKA 7 kirim ke callcenter, kemudian tulis SARAN#ISI PERTANYAAN dan kirim ke Callcenter.
Semoga Aplikasi e-PEDALKIT ini dapat bermanfaan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon.


Kasus HIV/AIDS Triwulan 1 Tahun 2014 Capai 31 Orang

indexP2P– Penemuan Kasus HIV/AIDS pada Triwulan 1 Tahun 2014 sudah mencapai 31 orang, atau rata-rata 10 kasus ditemukan selama kurun waktu 3 bulan. Sehinggaa apabila dikumulatifkan dengan akhir tahun 2013 (774) sudah mencapai 805 kasus. Data dan fakta membuktikan bahwa 68% masih di dominasi kaum laki-laki, 85% kelompok umur produktif antara 21-40 tahun, dan diantaranya 50% dengan status menikah, serta 50% dengan tingkat pendidikan telah menamatkan SMA, Sedangkan kasus AIDS tercatat 77 kasus.

Perlu diketahui bahwa HIV/AIDS saat ini bukan milik populasi yang berisiko tinggi, tetapi kenyataan lain membuktikan bahwa Ibu Rumah Tangga pun sudah mulai terancam bahkan bayinya juga.

Hal lain pun mengalami pergeseran risiko seperti tahun-tahun sebelumnya pengguna narkoba suntik mendominasi penyebab penularan tertinggi HIV, namun saat ini ternyata kalangan heteroseks yang mendominasi. Perubahan ini tentunya didasari dari gencarnya program penggunaan jarum suktik steril yang disediakan di layanan kesehatan, sehingga kasus di penngguna narkoba suntik menurun. Tentunya hal ini perlu penelitian lebih jauh, faktor-faktor apa saja yang dapat menurunnya kasus di penasun dan bisa meningkat di kelompok heteroseks. Data di Kabupaten Cirebon untuk penularan HIV dari pengguna suntik semakin menyusut dimana hanya 20%, tetapi dari heteroseks jauh sekali peningkatannya sehingga tercatat kurang lebih menjadi 80%.

Dengan semakin meningkatnya penemuan kasus HIV, perlu kiranya disikapi dengan strategi yang tepat dan cepat. Diantaranya adalah penyiapan layanan kesehatan di semua lini, baik di Puskesmas, Rumah Sakit mapun di masyarakat sendiri. Dimana saat ini peranserta masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS sangat diperlukan, sehingga 3 Zero dapat diatasi melalui layanan komprehesif yang berkesinambungan. Artinya sektor pemerintah, swasta, dunia usaha dan masyarakat secara bersama-sama dan bersinergi dalam penanggulangannya.
Read more at http://dinkes.cirebonkab.go.id/artikel/tahun-2013-hivaids-di-kabupaten-cirebon-kumulatif-774-kasus.html#oJt6b9Uyb4PvZQeb.99

Data dan fakta membuktikan bahwa 68% masih di dominasi kaum laki-laki, 85% kelompok umur produktif antara 21-40 tahun, dan diantaranya 50% dengan status menikah, serta 50% dengan tingkat pendidikan telah menamatkan SMA, Sedangkan kasus AIDS tercatat 77 kasus.

Perlu diketahui bahwa HIV/AIDS saat ini bukan milik populasi yang berisiko tinggi, tetapi kenyataan lain membuktikan bahwa Ibu Rumah Tangga pun sudah mulai terancam bahkan bayinya juga.

Hal lain pun mengalami pergeseran risiko seperti tahun-tahun sebelumnya pengguna narkoba suntik mendominasi penyebab penularan tertinggi HIV, namun saat ini ternyata kalangan heteroseks yang mendominasi. Perubahan ini tentunya didasari dari gencarnya program penggunaan jarum suktik steril yang disediakan di layanan kesehatan, sehingga kasus di penngguna narkoba suntik menurun. Tentunya hal ini perlu penelitian lebih jauh, faktor-faktor apa saja yang dapat menurunnya kasus di penasun dan bisa meningkat di kelompok heteroseks. Data di Kabupaten Cirebon untuk penularan HIV dari pengguna suntik semakin menyusut dimana hanya 20%, tetapi dari heteroseks jauh sekali peningkatannya sehingga tercatat kurang lebih menjadi 80%.

Dengan semakin meningkatnya penemuan kasus HIV, perlu kiranya disikapi dengan strategi yang tepat dan cepat. Diantaranya adalah penyiapan layanan kesehatan di semua lini, baik di Puskesmas, Rumah Sakit mapun di masyarakat sendiri. Dimana saat ini peranserta masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS sangat diperlukan, sehingga 3 Zero dapat diatasi melalui layanan komprehesif yang berkesinambungan. Artinya sektor pemerintah, swasta, dunia usaha dan masyarakat secara bersama-sama dan bersinergi dalam penanggulangannya.
Read more at http://dinkes.cirebonkab.go.id/artikel/tahun-2013-hivaids-di-kabupaten-cirebon-kumulatif-774-kasus.html#oJt6b9Uyb4PvZQeb.99

Data dan fakta membuktikan bahwa 68% masih di dominasi kaum laki-laki, 85% kelompok umur produktif antara 21-40 tahun, dan diantaranya 50% dengan status menikah, serta 50% dengan tingkat pendidikan telah menamatkan SMA, Sedangkan kasus AIDS tercatat 77 kasus.

Perlu diketahui bahwa HIV/AIDS saat ini bukan milik populasi yang berisiko tinggi, tetapi kenyataan lain membuktikan bahwa Ibu Rumah Tangga pun sudah mulai terancam bahkan bayinya juga.

Hal lain pun mengalami pergeseran risiko seperti tahun-tahun sebelumnya pengguna narkoba suntik mendominasi penyebab penularan tertinggi HIV, namun saat ini ternyata kalangan heteroseks yang mendominasi. Perubahan ini tentunya didasari dari gencarnya program penggunaan jarum suktik steril yang disediakan di layanan kesehatan, sehingga kasus di penngguna narkoba suntik menurun. Tentunya hal ini perlu penelitian lebih jauh, faktor-faktor apa saja yang dapat menurunnya kasus di penasun dan bisa meningkat di kelompok heteroseks. Data di Kabupaten Cirebon untuk penularan HIV dari pengguna suntik semakin menyusut dimana hanya 20%, tetapi dari heteroseks jauh sekali peningkatannya sehingga tercatat kurang lebih menjadi 80%.

Dengan semakin meningkatnya penemuan kasus HIV, perlu kiranya disikapi dengan strategi yang tepat dan cepat. Diantaranya adalah penyiapan layanan kesehatan di semua lini, baik di Puskesmas, Rumah Sakit mapun di masyarakat sendiri. Dimana saat ini peranserta masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS sangat diperlukan, sehingga 3 Zero dapat diatasi melalui layanan komprehesif yang berkesinambungan. Artinya sektor pemerintah, swasta, dunia usaha dan masyarakat secara bersama-sama dan bersinergi dalam penanggulangannya.
Read more at http://dinkes.cirebonkab.go.id/artikel/tahun-2013-hivaids-di-kabupaten-cirebon-kumulatif-774-kasus.html#oJt6b9Uyb4PvZQeb.99


KEMENKES Luncurkan AIDSdigital, Informasi HIV-AIDS digenggaman Tangan Anda

aidsdigitalHari ini (31/10), Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH meluncurkan aplikasi AIDS Digital, di Jakarta. Aplikasi AIDS Digital adalah aplikasi pertama di tingkat regional Asia Pacific, yang dibangun oleh ODHA, berteknologi tinggi yang berguna dalam mendukung pencapaian program penanggulangan AIDS.

Peluncuran aplikasi ini guna mendukung program pemerintah Indonesia dalam mencapai target MDGs untuk AIDS. Sebagaimana diketahui, sebagian besar infeksi baru HIV dan AIDS dilaporkan pada kelompok usia muda atau usia produktif. Pada periode April-Juni 2013 sebagian besar infeksi baru HIV adalah pada kelompok usia 25-49 tahun (71%) dan kasus AIDS baru sebagian besar pada kelompok usia 30-39 tahun.

Generasi muda atau kelompok usia produktif umumnya memiliki pemahaman yang cukup baik tentang teknologi informasi termasuk teknologi digital. Pemahaman ini merupakan peluang untuk memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi digital dalam menjangkau generasi muda untuk menyampaikan berbagai pesan kesehatan termasuk pesan tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS.

AIDS Digital bermanfaat untuk menginformasikan tentang berbagai hal, seperti pelayanan kesehatan, lokasi pelayanan kesehatan, jadwal pelayanan melalui alat komunikasi sehingga masyarakat tidak selalu perlu datang langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan demikian,  waktu dan dana dapat dihemat, bahkan hambatan budaya akibat rasa malu dan atau adanya stigmatisasi  dan diskriminasi dapat dihindarkan, kata Menkes dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes minta agar seluruh jajaran kesehatan di Tanah Air ikut    mensosialisasikan kepada masyarakat tentang peluang mengakses informasi kesehatan melalui AIDS Digital. Dengan demikian, berbagai sasaran Pembangunan Kesehatan dapat dipercepat pencapaiannya termasuk pencapaian getting to zero pengendalian AIDS,  yaitu  tidak ada kasus baru HIV, tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, dan tidak ada  kematian akibat AIDS.

Aplikasi Digital AIDS dirancang atas kerjasama Kemenkes dengan Indonesia AIDS Coalition (IAC). Aplikasi ini berbasis Internet dan bisa diakses melalui website dan telepon pintar (smartphone). Aplikasi ini dapat diakses di website www.aidsdigital.net. Sedangkan bagi aplikasi berbasis telepon pintar dibangun dengan menggunakan tiga platform operating system yaitu iOs, Blackberry z10 dan Android yang akan bisa diakses di Apple Store, Google Play dan Blackberry Store.

AIDS Digital berisi informasi layanan terdiri dari Tes HIV, Terapi ARV, Kelompok dukungan ODHA, Pencegahan Vertikal, Layanan Jarum suntik steril, layanan methadone dan layanan IMS. Selain itu juga ada direktori online dari lembaga yang bekerja untuk program penangulangan AIDS seperti Kemenenterian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS, LSM dan juga jaringan populasi kunci.
Selain peluncuran AIDS Digital pada kesempatan yang sama Menkes juga meluncurkan website Kementerian Kesehatan RI dengan tampilan yang baru.

Website tersebut memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan website sebelumnya seperti dapat diakses dari handphone dan tablet serta dapat link dengan berbagai website lain yang terkait dengan kesehatan termasuk AIDS Digital, ujar Menkes.


707 Kasus HIV Kumulatif sampai dengan September 2013

Getting to zeroP2P – Dari bulan ke bulan penemuan kasus HIV terus meningkat di Kabupaten Cirebon, sampai dengan September 2013 sudah terdeteksi 707 kasus, tentunya hal ini baru yang terdeteksi saja artinya masih banyak kasus HIV yang belum kami temukan karena tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan secara mandiri masih rendah, padahal secara terus menerus Dinas Kesehatan dalam berbagai kesempatan selalu mensosialisakan akan bahaya HIV.

707 kasus ini didapat dari 8 layanan klinik konseling dan testing yaitu Puskesmas Kedawung, Plumbon, Suranenggala, Beber dan Ciledug serta Rumah Sakit Waled, Arjawinangun dan Sidawangi.

Saat ini HIV bukan hanya ada di kelompok tertentu saja, namun sudah merambah ke populasi umum artinya semua orang mempunyai risiko yang sama terhadap penyebaran virus ini. Terbukti dengan semakin banyaknya Ibu Rumah Tangga yang terinfeksi, dimana hal ini akan membahayakan pada generasi penerus yakni bayinya. Pada tahun 2013 ini sudah 5 ibu hamil melahirkan dalam status ODHA yang notabene bayi terancam akan terinfeksi sebesar 95%. Dengan hal ini patut kiranya setiap ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya untuk diperiksa secara inklusif dalam pemeriksaan awal.

Dari 707 tersebut kasus tertinggi pada kelompok laki-laki (68 %) sedangkan perempuan (32%), namun jika dilihat dari faktor resiko ternyata heteroseksual atau penularan melalui transmisi seksual (68%) dan sisanya pengguna narkoba suntik (32%). Jika menurut kelompok umur maka kelompok muda (21-30 th) dan kelompok manusia produktif (31-40 th) yang cukup tinggi dimana masing-masing sebanyak 51% dan 34%.