November 15, 2019

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

CCTV-CATIN

P2P-CCTV-Catin (Couples Counselling and Testing HIV-Calon Pengantin) adalah sebuah gagasan inovasi dalam pengendalian HIV pada kelompok calon pengantin.

Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kasus HIV-AIDS yang terus merangkak naik pada kelompok ibu hamil, dimana pada tahun 2018 ditemukan 68 kasus. Dari 68 kasus ini 26 orang meninggal, dan 21 anak dilahirkan HIV positif.

Inovasi ini bertujuan untuk mencegah seminimal mungkin kejadian HIV pada ibu hamil, yaitu dengan cara menemukan secara dini kasus HIV pada pasangan calon pengantin.

Pelaksanaan kegiatan ini tentunya perlu dukungan dari semua stakeholder terkait seperti Kementerian Agama, Kantor KUA, Puskesamas, KPA, dan LSM penggiat HIV serta seluruh masyarakat. Prinsip confidensialitas merupakan prosedur dalam pemeriksaan HIV, sehigga setiap calon pengantin dijamin kerhasiahannya.

Output dari kegiatan ini bukan untuk mencegah terjadinya perkawinan pasangan calon pengantin, tetapi apabila salah satu atau pasangan tersebut HIV positif, maka akan diberikan konseling tata cara berhubungan yang aman dan sehat, kapan saat membuahi yang tepat, dan pendampingan, pengobatan dan perawatan sebagai upaya lanjutan, sehingga anak yang dilahirkan akan terbebas dari HIV.


Launching Aplikasi SI-EMPAL

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon hari ini (26/06/2017) meresmikan peluncuran Aplikasi SISTEM INFORMASI & EVALUASI MANAJEMEN PELAPORAN ANALISIS LINGKUNGAN (Si-EMPAL) kepada 29 Kepala Puskesmas dan Petugas Sanitasi.

Aplikasi ini merupakan Projek Perubahan dari Kepala Dinas Kesehatan Hj. Eni Suhaeni, SKM., M.Kes. dengan tujuan untuk meningkatkan cakupan desa ODF (Open Defecation Free) atau buang air besar (BAB) sembarangan.

Si-EMPAL adalah sebuah sistem informasi interaktif berbasis WEB yang mengukur tingkat pengetahuan dan partisipasi pemantauan dari masyarakat terhadap lingkungan disekitarnya.

Hal ini dilatarbelakangi

  1. 30% KK dari 650.000 yang belum mempunyai Jamban,
  2. dari 30% tersebut 13%nya masih  BAB sembarangan
  3. belum sistem informasi yang data mengukur tingkat pengatahuan dan partisipasi masyarakat secara interkatif dalam memantau lingkungan sekitarnya.

Aplikasi ini bisa diacres melalui website Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dengan cara menulis di browser dinges.cirebonkab.go,id atau KLIK DISINI

atau melalui SMS Gateway dengan cara ketik siempal kirim ke 0812 2924 1117

Harapan dari aplicai Si-EMPAL ini bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Cirebon.


Menyongsong Hari AIDS Sedunia 2017

P2P | Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penularan HIV yang meluas. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV-AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS oleh
pihak pemerintah, organisasi Internasional dan lembaga sosial masyarakat di seluruh dunia.

Tema nasional untuk Hari AIDS Sedunia tahun 2017 adalah “Saya Berani, Saya Sehat!” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV-AIDS dengan cara melakukan tes HIV dan melanjutkan dengan pengobatan ARV jika terdiagnosa HIV sedini mungkin. Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini maka kita telah melakukan perlindungan terhadap keluarga dan orang yang kita
sayangi. Hal ini yang mendasari kalimat
“Lindungi yang tersayang dari HIV” menjadi subtema HAS tahun 2017
Semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV dini maka hal ini dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV sehingga Indonesia dapat mencapai “3 Zero” yaitu (1) tidak ada infeksi baru HIV, (2) tidak ada kematian akibat AIDS dan (3) tidak ada stigma dan Diskriminasi untuk
mencapai Eliminasi HIV pada 2030.


Kesiapan Kabupaten Cirebon Menghadapi Eleminasi HIV 2030

P2P |  Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi eleminasi HIV pada tahun 2030, diantaranya adalah dengan menyiapkan aset-aset untuk menunjang hal tersebut. Saat ini kami telah mempunyai 29 Klinik HIV, 6 Rumah Sakit PDP sebagai rujukan ODHA dan 1 Klinik PTRM untuk pengguna Narkoba Suntik. Tentunya dengan aset tersebut akan lebih di efektifkan lagi dan juga akan menambah jumlah layanan pada thun-tahun yang akan datang sehingga mencapai 60 Klinik dan 10 Rumah Sakit.

Selain hal tersebut kami juga akan meningkatkan jejaring dengan SKPD yang terkait sehingga semua sektor akan mempunyai peran masing-masing sesuai dengan kewenangannya secara terintegrasi dan menyeluruh.

Begitu juga dengan peran serta masyarakat, dimana saat ini kami mempunyai aset para kader yang terhimpun dalam Warga Pedulia AIDS (WPA) yang digagas oleh KPA, Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat(PIKM) yang digagas PKBI, Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan dan LSM-LSM Penggiat HIV di Kabupaten Cirebon. Hal ini tentunya akan bergerak secara simultan, sehingga Strategi 90-90-90 dapat tercapai pada tahun 2024 di Kabupaten Cirebon.

Yang tidak kalah penting adalah dukungan dana, baik dari APBD maupun dari CSR yang ada di Kabupaten Cirebon dan tidak menutup kemungkinan dari Perusahaan-Perusahaan Nasional dan Internasional. Saat ini kami lagi mencoba menjajagi CSR dari Jhonson & Jhonson. Semoga!


Strategi 90 90 90 HIV

P2P | Minggu (22/10/2017) Kementerian Kesehatan mengadakan Lokakarya Fast Track 90-90-90 yang bertempat di Jakarta. Cara ini berlangsung selama empat hari yang dimulai sejak 22-25 Oktober 2017. Kegiatan ini di hadiri oleh 34 Provinsi dan 97 Kabupaten/Kota dan dilaksanakan dalam dua gelombang.

Inti dari kegiatan ini adalah dalam rangka percepatan penurunan epidemi HIV dengan Strategi Jalur Cepat 90-90-90 yaitu pada tahun 2020 90% ODHA mengetahui status HIVnya, 90% ODHA yang tahu statusnya mendapatkan ARV dan 90% ODHA on ART mengalami supresi Viral Load (VL).