September 19, 2017

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

Sosialisasi Penanggulangan Penyakit Kusta di Kalangan Akademisi

Bidang P2P menyelanggarakan rapat sosialisasi penyakit kusta di kalangan akademisi. Hal ini tiada lain bahwa diharapkan semua akademis sudah menerapkan mata kuliah yang memuat tentang penyakit kusta, yang meliputi pengertian, gejala dan tanda kusta, tatalaksana pengobatan dan penanggulangannya.

Pada keaempata tersebut Kepala Dinas mengungkapkan bahwa Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium leperae artinya bukan penyakit guna guna, bukan penyakit keturunan ataupun kutukan.


Pertemuan GERDUNAS Semester 2 Tahun 2016

P2P-Sumber. Kamis (22/09/16) LKNU bekerjasama dengan Dinas Kesehatan menyelenggarakan pertemuan rutin semesteran dengan tujuan untuk mengevaluasi kegiatan selama 6 (enam) bulan ke belakang dan merencanakan kegiatan 6 (enam) bulan ke depan.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr. H. Ahmad Qoyyim, MARS., dan dihadiri oleh Ketua Komisi 4 Bejo Kasiono, Ketua LKNU dr. H. Sutara, Kepala Bidang P2P dr. Hj. Neneng Hasanah, unsur Rumah Sakit, Puskesmas serta OPD terkait.

Kepala Dinas dalam sambutanya mengamantkan bahwa penyait TB menjadi tanggungjawab kita semua, jadi bukan hanya orang kesehatan yang bertanggung jawab karena penyakit TB sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak sehat, rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penyakit TB saat ini bisa disembuhkan dalam kurun waktu enam bulan, turuti dan taati apa yang dianjurkan oleh dokter, jangan sampai baru juga dua bulan sudah merasakan enak malahan gak mau minum obat lagi, padahal pengobatan TB harus tuntas minimal enam bulan; bigitu himbauan dari Kepala Dinas.

Sambutan Ketua LKNU dr. H. Sutara pun mengungkapkan bahwa LKNU mempunyai 200 kader CEPAT LKNU yang sudah berkiprah di Kabupaten Cirebon dalam penemuan dan penyembuhan penyakit TB.

Kepala Bidang P2P dr. Hj. Neneng Hasanah selaku Fasilitator mengungkapkan bahwa TB saat ini bebannya semakin berat, karena adanya TB resisten obat. Hal ini tentunya membutuhkan biaya yang lebih tinggi lagi sekitar Rp. 200 jt serta waktu yang lebih lama dalam pengobatannya yaitu minimal 2 tahun. Jadi kalau ada 1 orang yang TB Resisten maka akan menghabiskan biaya pengobatan TB untuk 200 orang. Sungguh beban yang sangat berat buat sektor kesehatan jika tidak dibantu oleh semua komponen.


Rapat Dinas dengan Kepala Puskesmas

Salah satu agenda dari monitoring dan evaluasi dari Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Ahmad Qoyim, MARS [Read more…]


Waspada Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2-7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma. dapat juga disertai dengan gejala khas seperti nyeri kepala, nyeri ototo dan tulang, ruam kulit atau nyeri belakang bola mata.

tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD berat, ada juga yang hanya bermanifestasi demam ringan yang akan sembuh dengan sendirinya atau bahkan ada yang sama sekali tanpa gejala sakit, sebagian lagi akan menderita demam dengue saja yang tidak menimbulkan kebiciran plasma dan mengakibatkan kematian.

Kewaspadaan Dini

Kewaspadaan dini adalah suatu upaya kewaspadaan yang berupa pemantauan terhadap kemungkinan peningkatan kasus dan atau vektor resiko DBD seperti adanya peningkatan pipulasi nyamuk, penurunan ABJ <95%, adanya perubahan cuaca, dan peningkatan tempat perindukan nyamuk.

Penanggulangan

Yaitu kegiatan pemberantasan nyamuk DBD yang dilaksanakan mencakup radius minimal 100 meter dengan melakukan pemberantan sarang nyamuk (PSN) plus larvasidasi, penyuluhan dan pengasapan.

Tujuannya adalah untuk membatasi penularan DBD dan mencegah terjadinya KLB.

Kriteria Demam

  1. suspek  infeksi dengue jika terdapat 2 kriteria yaitu demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas berlangsung selama 2-7 hari dan adanya manifestasi perdarahan sekurang-kurangnya uji touniquet positif
  2. demam dengue ialah demam disertai 2 atau lebih gejala penyerta seperti sakit kepala, nyeri dibelakang bola mata, pegal, nyeri sendi, ruam. adanya manifestasi perdarahan lekosit < 5000/mm3′ jumlah trombosit < 150.000/mmm3 dan peningkatan hematokrit 5-10%
  3. demam berdarah dengue (DBD) yaitu demam 2-7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, jumlah trombosit <100.000/mm3 adanya tanda kebucoran plasma yaitu penongkatan hematokrit >20% dari nilai normal, dan atau efusi pleura, ascities, dan atau hypoproteinemia/hipoalbuminemia
  4. sindrom renjatan dengue (SRD) adalah kasus dbd yang masuk dalam derajat 3 dan 4 dimana terjadi kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan denyut nadi yang cepat dan lemah, menyempitnya tekanan nadi <20 mmHg atau hipotensi yang ditandai dengan kulit dingin dan lembab serta pasien menjadi gelisah sampai terjadi syok/renjatan berat yaitu tidak terabanya denyutan nadi dan tekanan darah
  5. expanded dengue sybndrom (EDS) adalah demam dengue yang disertai manifestasi klinis yang tidak biasa yang ditcandai dengan kegagalan organ berat seperti hati, ginjal, otak dan jantung.

SMS ke 0812 2000 6001 solusi bertanya tentang Kesehatan

P2P]. “Cukup ketik PENYAKIT kirimkan SMS ini ke 0812 2000 6001 maka informasi penyakit ada di ujung jari Anda,” Ujar Kepala Bidang P2P dr. Hj. Neneng Hasanah dalam amanat Apel Pagi di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon.

“Aplikasi ini di sebut e-PEDALKIT atau elektronik Pengendalian Penyakit yang bersistem SMS Gateway, sehingga tinggal ikuti MENU yang ada pada jawaban SMS tersebut”, Lanjut dr. Neneng sapaan akrabnya.

“Atau bisa juga dengan mengunjungi website e-PEDALKIT dengan alamat www.rujukan.cirebonkab.go.id/pedalkit maka dengan klik link tersebut bisa melihat keseluruhan dari aplikasi ini.” Pungkasnya.