November 15, 2019

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

SOSIALISASI PENILAIAN MANDIRI KUALITAS DATA RUTIN (PMKDR)

SOSIALISASI PENILAIAN MANDIRI KUALITAS DATA RUTIN (PMKDR)DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIREBON

Pada tanggal 15 Juli 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon melaksanakan  Sosialisasi Penilaian Mandiri Kualitas data Rutin (PMKDR) dilaksanakan di Hotel Apita Cirebon, Jalan Tuparev Cirebon.

Pelaporan pada pencatatan seluruh kegiatan di Puskesmas yang terangkum dalam Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) di Kabupaten Cirebon sudah bagus mencapai 100 %. Seluruh puskesmas sebanyak 60 (enam puluh) buah melaporkan data-data hasil kegiatan programnya.

Akan  tetapi secara kualitas data yang dilaporkan belum diketahui tingkat keakuratan dan validitasnya, sehingga diperlukan pengetahuan atau keahlian pada pengelola data baik di level Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan untuk menilai kualitas pada data yang dikelolanya.

Peserta terdiri dari Koordinator SP3 dari seluruh Puskesmas dan Pengelola  Data di lingkungan Dinas Kesehatan. Narasumber yang didatangkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyampaikan materi teori dan aplikasi online PMKDR

 


INDIKATOR KINERJA UTAMA 2018

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIREBON
Unit Organisasi : Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon
Tugas Pokok : Menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan
Fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan
  b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang
       kesehatan
  c. pembinaan & pelaksanaan tugas bidang bina perilaku dan penyehatan
      lingkungan, pelayanan kesehatan & farmasi, kesehatan keluarga,
      pencegahan dan pemberantasan penyakit
  d. pelaksanaan pelayanan ketatausahaan Dinas
  e. pelaksanaan tugas lain yg diberikan oleh Bupati, sesuai dgn tugas &
     fungsinya
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA KETERANGAN
FORMULASI/RUMUS PERHITUNGAN PENJELASAN INDIKATOR KINERJA UTAMA TIPE PERHITUNGAN SUMBER DATA
1 Pengendalian penyakit menular Case Notification Rate (CNR) 145/100.000 pddk Jumlah pasien TB (semua kasus) yang dilaporkan selama 1 tahun dibagi Jumlah penduduk Persentase pasien TB yang dilaporkan selama setahun non kumulatif BIDANG P2P
Angka Kesembuhan (Cure Rate) >85% Jumlah pasien baru TB Paru terkonfirmasi bakteriologis yang sembuh dibagi Jumlah pasien baru TB Paru terkonfirmasi bakteriologis yang diobati persentase pasien baru TB paru terkonfirmasi bakteriologis yang sembuh non kumulatif BIDANG P2P
2 Pengendalian penyakit tidak menular Prosentase penderita hipertensi yang dilayani sesuai standar Jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standart dalam kurun waktu 1 tahun dibagi Jumlah  estimasi penderita hipertensi berdasarkan angka prevalensi dalam 1 tahun di wilayah kerja Persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. non kumulatif BIDANG P2P
3 Balita gizi sangat kurus dapat terdeteksi dan tertangani Menurunnya Prevalensi balita Gizi sangat kurus Jumlah kasus balita gizi sangat kurus di suatu wilayah pada periode tertentu dibagi Jumlah semua Balita ditimbang di suatu wilayah pada periode tertentu. Kasus Balita gizi sangat kurus adalah balita dengan tanda klinis gizi sangat kurus dan atau indeks berat badan menurut panjang badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan nilai score < -3SD non kumulatif BIDANG KESMAS
Menurunnya Prevalensi balita Gizi Buruk Jumlah kasus balita gizi buruk di suatu wilayah pada periode tertentu dibagi Jumlah semua Balita ditimbang di suatu wilayah pada periode tertentu. Kasus Balita gizi buruk adalah balita dengan tanda klinis gizi buruk dan atau indeks berat badan menurut umur (BB/U) dengan nilai score < -3SD non kumulatif BIDANG KESMAS
4 Terdeteksinya bumil resiko tinggi, dan tertanganinya  bumil, bulin dan bufas komplikasi Menurunnya Rasio kematian ibu Jumlah ibu yang meninggal karena hamil, bersalin, dan nifas di suatu wilayah pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah kelahiran hidup di suatu wilayah pada periode waktu tertentu. Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari setelah terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau penanganannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lainnya seperti kecelakaan dan terjatuh. non kumulatif BIDANG KESMAS
5 Tertanganinya neonatus komplikasi dan penanganan bayi & balita sakit Rasio Kematian Bayi Jumlah kematian bayi 0-11 bulan di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah bayi lahir hidup di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu Kematian pada bayi usia 0-11 bulan, termasuk neonatal non kumulatif BIDANG KESMAS
6 Meningkatnya PHBS di 5 tatanan Persentase Rumah Tangga ber PHBS Jumlah Rumah Tangga yang melaksanakan 10 indikator PHBS rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun. PHBS tatanan Rumah Tangga adalah upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat non kumulatif BIDANG KESMAS
7 meningkatnya sarana sanitasi dasar di masyarakat Presentase penduduk akses jamban Jumlah KK yang menggunakan jamban keluarga sehat di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh KK  di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu Persentase jumlah KK yang menggunakan jamban keluarga sehat di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu non kumulatif BIDANG KESMAS
8 Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan optimal dalam memberikan pelayanan Presentase rawat jalan Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan di sarana kesehatan (Puskesmas, Pustu, Pusling) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan di sarana kesehatan (Puskesmas, Pustu, Pusling) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu non kumulatif SUBAG PEP
Presentase rawat inap Jumlah kunjungan rawat inap dibagi Jumlah penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Rawat Inap adalah pelayanan kesehatan kepada pasien yang masuk sarana pelayanan kesehatan untuk keperluan observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya serta tinggal di ruang rawat inap sekurang-kurangnya 6 jam non kumulatif SUBAG PEP
9 Meningkatnya jumlah masyarakat yang tidak dijamin dalam PBI pusat Presentase masyarakat miskin yang mendapat pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Jumlah Peserta PBI daerah adalah penduduk miskin yang iuran premi kepesertaan JKn dibiayai oleh pemerintah daerah (kab / Provinsi) di Kab Cirebon dalam kurun waktu 1 tahun dibagi  Jumlah penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Jumlah Peserta PBI daerah adalah penduduk miskin yang iuran premi kepesertaan JKn dibiayai oleh pemerintah daerah (kab / Provinsi) di Kab Cirebon dalam kurun waktu 1 tahun non kumulatif BIDANG SDK
10 Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar Indeks Kepuasan Masyarakat SK Menpan No. Kep.25/M.PAN/2/2004
Nilai :
1,00 – 1,75     D     Tidak Baik
1,76 – 2,50      C     Kurang Baik
2,51 – 3,25      B     Baik
3,26 – 4,00      A     Sangat Baik
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan
informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang
diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan
kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh
pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik
dengan membandingkan antara harapan dan
kebutuhannya
non kumulatif SUBAG PEP
Puskesmas berkinerja baik Jumlah Puskesmas yang memiliki nilai PKP baik Puskesmas berkinerja Baik  adalah Puskesmas yang telah dilakukan verifikasi Penilaian Kinerja Puskesmas oleh Dinas Kesehatan dengan cakupan hasil pelayanan kesehatan dengan tingkat pencapaian hasil > 91% dan cakupan hasil manajemen dengan tingkat pencapaian hasil  ≥ 8,5. non kumulatif BIDANG YANKES
Puskesmas yang sudah melakukan self assesment akreditasi Jumlah Puskesmas yang terakreditasi Puskesmas yang telah kan pengakuan dari Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI setelah dinilai bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut telah memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan non kumulatif BIDANG YANKES

KAMPANYE MR (MEASLES RUBELLA) DI KABUPATEN CIREBON

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sifatnya wajib dan tidak memerlukan individual informed consent.

Pelaksanaan Kampanye imunisasi MR di Kabupaten Cirebon dilaksanakan 2 tahap;

  1. Bulan Agustus 2017 untuk sasaran anak sekolah SD/MI dan SMP/MTs sederajat dilaksanakan di sekolah, dan
  2. Bulan September 2017 untuk sasaran anak usia tidak sekolah, dilaksanakan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.

Target cakupan kampanye imunisasi MR adalah minimal 95% merata di seluruh tempat pelayanan.

Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilaukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin.

Jumlah sasaran kampanye imunisasi MR di Kabupaten Cirebon selurunya adalah 547.811 anak, sasaran yang telah di imunisasi sampai akhir kegiatan 540.641 (98,69%).

Tercapainya cakupan melebihi target 95% tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah; Dinas Pendidikan, Kementrian Agama, TP PKK, MUI dan LK NU di tingkat kabupaten dan kecamatan


Dinkes Cirebon Resmikan Program ‘Si Ceria’

photo_2016-04-26_11-20-36Selain menggelar acara kegiatan sosialisasi kesehatan, Dinkes Cirebon juga  meresmikan program “Si Ceria” yang ditujukan oleh masyarakat Cirebon.

SI-CERIA menghubungkan  semua RS  dan Puskesmas yang  ada di  Kabupaten Cirebon dan wilayah sekitarnya. Penggunanya adalah bidan/dokter di pelayanan kesehatan untuk merujuk pasien gawat darurat Ibu yang mau melahirkan dan Bayi Baru Lahir.  Jejaring Rumah Sakit  SiCeria saat  ini berada di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, bahkan di Brebes Jawa Tengah. Meliputi 1 RS Regional, 15 RS dan 1RS Ibu dan Anak. Sedangkan jejaring perujuk dari Kab. Cirebon adalah 1 Klinik Ibu Bersalin dan 57 Puskesmas yang menggunakan SI-CERIA saat ini, belum termasuk pengguna dari Majalengka, Brebes, Kuningan, Indramayu.

photo_2016-04-26_11-20-13


SiCeria (Sistem Informasi Cirebon Eman Rakyat Ibu lan Anak)

call-centre-managementSistem Informasi dan Komunikasi Jejaring  Rujukan Cirebon (SI-CERIA Sistem Informasi Cirebon Eman Rakyat Ibu lan Anak)) adalah sistem informasi rujukan berbasis teknologi Informasi (SMS, Telpon, Web, Android) yang  dibangun  oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dengan bantuan teknis oleh Program EMAS – USAID yang diluncurkan pada tanggal 11 November 2015 di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, oleh Ibu ketua Tim Penggerak PKK dengan  panandatanganan banner oleh PKK, Dinkes, EMAS dan seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.

SI-CERIA menghubungkan  semua RS  dan Puskesmas yang  ada di  Kabupaten Cirebon dan wilayah sekitarnya. Penggunanya adalah bidan/dokter di pelayanan kesehatan untuk merujuk pasien gawat darurat Ibu yang mau melahirkan dan Bayi Baru Lahir.  Jejaring Rumah Sakit  SiCeria saat  ini berada di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, bahkan di Brebes Jawa Tengah. Meliputi 1 RS Regional, 15 RS dan 1RS Ibu dan Anak. Sedangkan jejaring perujuk dari Kab. Cirebon adalah 1 Klinik Ibu Bersalin dan 57 Puskesmas yang menggunakan SI-CERIA saat ini, belum termasuk pengguna dari Majalengka, Brebes, Kuningan, Indramayu.

Mudah digunakan,  hanya dengan kirim SMS, telpon Call-Center, dan Aplikasi WEB, bidan/dokter bisa merujuk pasien gawatdarurat lebih cepat ke RS dengan tujuan rujukan yang pasti.

Manfaat  SiCeria untuk Bidan/Dokter  adalah menenangkan  bidan perujuk karena sudah men-stabilisasi pasien sesuai standar PONEK, mendapat kepastian fasilitas yang dirujuk dan kesiapan RS dalan penanganan.

CirebonLeaflet_001