July 7, 2020

10 Besar Penyakit di Kab. Cirebon : 1. Nosofaringitis akuta ( Commond Cold ) 186.265. 2. Infeksi saluran pernapasan akut tidak spesifik 157.077. 3. Myalgia 130.221. 4. Diare dan Gastoenteritis 75.208. 5. Dermatitis lain tidak spesifik ( eksema ) 67.373. 6. Gangguan lain pada kulit dan jaringan subkotan yang tidak terklarifikasi 59.325. 7. Gastroduodenitesis tidak spesifik 57.858. 8. Hipertensi primer ( esensial ) 53.885. 9. Faringitis Akuta 49.783. 10. Tukak Lambung 49.083.

PELAKSANAAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS TAHUN 2019

Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik di era TI semakin tinggi, baik kualitas maupun kecepatan.  Masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa terutama media sosial, sehingga dapat menimbulkan citra yang kurang baik terhadap pelayanan publik yang dilakukan pemerintah. Dalam era otonomi daerah fungsi pelayanan publik menjadi salah satu fokus perhatian dalam upaya peningkatan kinerja pemerintah daerah. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik (Puskesmas), maka perlu dilakukan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon telah melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas sejak tahun 2008. Pada tahun 2019 ini pelaksanaan Survei Kepuasan masyarakat di Kabupaten Cirebon dilakukan di seluruh Puskesmas sebanyak 60 Puskesmas.

Pelaksanaan survey dilakukan dengan bekerjasama dengan Ikatan Alumni Akper Muhammadiyah Cirebon (IKAAMUCI).

Dasar Hukum Pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat di Institusi Pelayanan Publik yaitu  Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik

Tujuan dilaksanakannya survey kepuasan masyarakat ini untuk  mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan di Puskesmas, dan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik (pelayanan kesehatan di Puskesmas).

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2019 di Puskesmas di wilayah Kabupaten Cirebon pada rentang  score tertinggi pada 98,54  (Indeks 3,941) dan terendah pada score 72,71 (Indeks 2,908).  Score rata-rata di kabupaten Cirebon mencapai 94,08 dengan Indeks Kepuasan masyarakat 3,763  (Kategori Baik).

Hasil Survei

  • 25 Puskesmas mendapat nilai kategori Sangat Baik.
  • 34 Puskesmas mendapat nilai kategori  Baik.
  • 1   Puskesmas mendapat nilai kategori  Kurang Baik

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 hal ini terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Capaian tahun 2018  Score hanya mencapai 76,53.

Foto-foto kegiatan Survei Kepuasan Masyarakat.


PANDUAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI TEMPAT DAN FASILITAS UMUM (TFU)

  1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pada bulan Desember 2019, penyakit pernapasan baru yang disebut Coronavirus Disease 2019  (COVID-19) terdeteksi di Cina.  COVID-19 disebabkan oleh virus (SARS-CoV-2) yang merupakan bagian dari keluarga besar virus yang disebut coronavirus. Tanda-tanda umum infeksi termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak  napas  dan kesulitan bernafas. Pada kasus  yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Virus ini diperkirakan dapat menyebar melalui manusia, yaitu kontak langsung dengan orang yang terinfeksi pada jarak 2 meter atau melalui droplet orang yang terinfeksi pada saat batuk atau bersin. Droplet dapat terhirup langsung melalui hidung atau mulut, atau dapat menempel pada permukaan atau benda. Orang dapat tertular COVID-19 jika menyentuh permukaan atau benda yang terkena droplet, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata, tetapi ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.

COVID-19  menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. WHO melaporkan pada tanggal 13 Maret 2020 kasus  COVID-19 terdapat di 122 negara, dengan jumlah total 132.758  kasus confirmed dan 4.955 kematian (CFR=3,73%). Karena banyaknya negara yang terjangkit, pada tanggal 12 Maret 2020 WHO meningkatkan status COVID-19 menjadi pandemi. Di Indonesia, COVID-19 pertama kali dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020 sebanyak 2 kasus, dan terus meningkat sampai pada tanggal 14 Maret 2020 jumlah kasus sebanyak 96 orang dengan 5 kematian.

Rekomendasi  standar  untuk mencegah  penyebaran infeksi  diantaranya  mencuci  tangan secara  teratur, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak  daging dan telur dengan saksama. Hindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan  seperti  batuk dan bersin.  Selain  itu, untuk mencegah  penyebaran COVID-19 akibat droplet yang menempel pada permukaan perlu dilakukan disinfeksi lingkungan.

SELENGKAPNYA DOWNLOAD PANDUAN DI SINI






SOSIALISASI PENILAIAN MANDIRI KUALITAS DATA RUTIN (PMKDR)

SOSIALISASI PENILAIAN MANDIRI KUALITAS DATA RUTIN (PMKDR)DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIREBON

Pada tanggal 15 Juli 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon melaksanakan  Sosialisasi Penilaian Mandiri Kualitas data Rutin (PMKDR) dilaksanakan di Hotel Apita Cirebon, Jalan Tuparev Cirebon.

Pelaporan pada pencatatan seluruh kegiatan di Puskesmas yang terangkum dalam Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) di Kabupaten Cirebon sudah bagus mencapai 100 %. Seluruh puskesmas sebanyak 60 (enam puluh) buah melaporkan data-data hasil kegiatan programnya.

Akan  tetapi secara kualitas data yang dilaporkan belum diketahui tingkat keakuratan dan validitasnya, sehingga diperlukan pengetahuan atau keahlian pada pengelola data baik di level Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan untuk menilai kualitas pada data yang dikelolanya.

Peserta terdiri dari Koordinator SP3 dari seluruh Puskesmas dan Pengelola  Data di lingkungan Dinas Kesehatan. Narasumber yang didatangkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyampaikan materi teori dan aplikasi online PMKDR

 






INDIKATOR KINERJA UTAMA 2018

DINAS KESEHATAN KABUPATEN CIREBON
Unit Organisasi : Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon
Tugas Pokok : Menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan
Fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan
  b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang
       kesehatan
  c. pembinaan & pelaksanaan tugas bidang bina perilaku dan penyehatan
      lingkungan, pelayanan kesehatan & farmasi, kesehatan keluarga,
      pencegahan dan pemberantasan penyakit
  d. pelaksanaan pelayanan ketatausahaan Dinas
  e. pelaksanaan tugas lain yg diberikan oleh Bupati, sesuai dgn tugas &
     fungsinya
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA KETERANGAN
FORMULASI/RUMUS PERHITUNGAN PENJELASAN INDIKATOR KINERJA UTAMA TIPE PERHITUNGAN SUMBER DATA
1 Pengendalian penyakit menular Case Notification Rate (CNR) 145/100.000 pddk Jumlah pasien TB (semua kasus) yang dilaporkan selama 1 tahun dibagi Jumlah penduduk Persentase pasien TB yang dilaporkan selama setahun non kumulatif BIDANG P2P
Angka Kesembuhan (Cure Rate) >85% Jumlah pasien baru TB Paru terkonfirmasi bakteriologis yang sembuh dibagi Jumlah pasien baru TB Paru terkonfirmasi bakteriologis yang diobati persentase pasien baru TB paru terkonfirmasi bakteriologis yang sembuh non kumulatif BIDANG P2P
2 Pengendalian penyakit tidak menular Prosentase penderita hipertensi yang dilayani sesuai standar Jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standart dalam kurun waktu 1 tahun dibagi Jumlah  estimasi penderita hipertensi berdasarkan angka prevalensi dalam 1 tahun di wilayah kerja Persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. non kumulatif BIDANG P2P
3 Balita gizi sangat kurus dapat terdeteksi dan tertangani Menurunnya Prevalensi balita Gizi sangat kurus Jumlah kasus balita gizi sangat kurus di suatu wilayah pada periode tertentu dibagi Jumlah semua Balita ditimbang di suatu wilayah pada periode tertentu. Kasus Balita gizi sangat kurus adalah balita dengan tanda klinis gizi sangat kurus dan atau indeks berat badan menurut panjang badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan nilai score < -3SD non kumulatif BIDANG KESMAS
Menurunnya Prevalensi balita Gizi Buruk Jumlah kasus balita gizi buruk di suatu wilayah pada periode tertentu dibagi Jumlah semua Balita ditimbang di suatu wilayah pada periode tertentu. Kasus Balita gizi buruk adalah balita dengan tanda klinis gizi buruk dan atau indeks berat badan menurut umur (BB/U) dengan nilai score < -3SD non kumulatif BIDANG KESMAS
4 Terdeteksinya bumil resiko tinggi, dan tertanganinya  bumil, bulin dan bufas komplikasi Menurunnya Rasio kematian ibu Jumlah ibu yang meninggal karena hamil, bersalin, dan nifas di suatu wilayah pada periode waktu tertentu dibagi Jumlah kelahiran hidup di suatu wilayah pada periode waktu tertentu. Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari setelah terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau penanganannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lainnya seperti kecelakaan dan terjatuh. non kumulatif BIDANG KESMAS
5 Tertanganinya neonatus komplikasi dan penanganan bayi & balita sakit Rasio Kematian Bayi Jumlah kematian bayi 0-11 bulan di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah bayi lahir hidup di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu Kematian pada bayi usia 0-11 bulan, termasuk neonatal non kumulatif BIDANG KESMAS
6 Meningkatnya PHBS di 5 tatanan Persentase Rumah Tangga ber PHBS Jumlah Rumah Tangga yang melaksanakan 10 indikator PHBS rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun. PHBS tatanan Rumah Tangga adalah upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat non kumulatif BIDANG KESMAS
7 meningkatnya sarana sanitasi dasar di masyarakat Presentase penduduk akses jamban Jumlah KK yang menggunakan jamban keluarga sehat di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh KK  di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu Persentase jumlah KK yang menggunakan jamban keluarga sehat di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu non kumulatif BIDANG KESMAS
8 Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan optimal dalam memberikan pelayanan Presentase rawat jalan Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan di sarana kesehatan (Puskesmas, Pustu, Pusling) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Jumlah kunjungan pasien baru rawat jalan di sarana kesehatan (Puskesmas, Pustu, Pusling) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu non kumulatif SUBAG PEP
Presentase rawat inap Jumlah kunjungan rawat inap dibagi Jumlah penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Rawat Inap adalah pelayanan kesehatan kepada pasien yang masuk sarana pelayanan kesehatan untuk keperluan observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya serta tinggal di ruang rawat inap sekurang-kurangnya 6 jam non kumulatif SUBAG PEP
9 Meningkatnya jumlah masyarakat yang tidak dijamin dalam PBI pusat Presentase masyarakat miskin yang mendapat pelayanan kesehatan dasar dan rujukan Jumlah Peserta PBI daerah adalah penduduk miskin yang iuran premi kepesertaan JKn dibiayai oleh pemerintah daerah (kab / Provinsi) di Kab Cirebon dalam kurun waktu 1 tahun dibagi  Jumlah penduduk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Jumlah Peserta PBI daerah adalah penduduk miskin yang iuran premi kepesertaan JKn dibiayai oleh pemerintah daerah (kab / Provinsi) di Kab Cirebon dalam kurun waktu 1 tahun non kumulatif BIDANG SDK
10 Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar Indeks Kepuasan Masyarakat SK Menpan No. Kep.25/M.PAN/2/2004
Nilai :
1,00 – 1,75     D     Tidak Baik
1,76 – 2,50      C     Kurang Baik
2,51 – 3,25      B     Baik
3,26 – 4,00      A     Sangat Baik
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan
informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang
diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan
kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh
pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik
dengan membandingkan antara harapan dan
kebutuhannya
non kumulatif SUBAG PEP
Puskesmas berkinerja baik Jumlah Puskesmas yang memiliki nilai PKP baik Puskesmas berkinerja Baik  adalah Puskesmas yang telah dilakukan verifikasi Penilaian Kinerja Puskesmas oleh Dinas Kesehatan dengan cakupan hasil pelayanan kesehatan dengan tingkat pencapaian hasil > 91% dan cakupan hasil manajemen dengan tingkat pencapaian hasil  ≥ 8,5. non kumulatif BIDANG YANKES
Puskesmas yang sudah melakukan self assesment akreditasi Jumlah Puskesmas yang terakreditasi Puskesmas yang telah kan pengakuan dari Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI setelah dinilai bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut telah memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan non kumulatif BIDANG YANKES





KAMPANYE MR (MEASLES RUBELLA) DI KABUPATEN CIREBON

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sifatnya wajib dan tidak memerlukan individual informed consent.

Pelaksanaan Kampanye imunisasi MR di Kabupaten Cirebon dilaksanakan 2 tahap;

  1. Bulan Agustus 2017 untuk sasaran anak sekolah SD/MI dan SMP/MTs sederajat dilaksanakan di sekolah, dan
  2. Bulan September 2017 untuk sasaran anak usia tidak sekolah, dilaksanakan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.

Target cakupan kampanye imunisasi MR adalah minimal 95% merata di seluruh tempat pelayanan.

Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilaukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin.

Jumlah sasaran kampanye imunisasi MR di Kabupaten Cirebon selurunya adalah 547.811 anak, sasaran yang telah di imunisasi sampai akhir kegiatan 540.641 (98,69%).

Tercapainya cakupan melebihi target 95% tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah; Dinas Pendidikan, Kementrian Agama, TP PKK, MUI dan LK NU di tingkat kabupaten dan kecamatan